AES35 Mengoptimalkan Kinerja Otak

AES35 Mengoptimalkan Kinerja Otak

Pembekalan pagi tadi memberikan saya informasi yang luar biasa, “Understanding Brain Wave”. Untuk saya, sesi ini mengingatkan kembali pada beberapa tahun yang lalu pernah mengikuti sesi Hypnotherapy Modern sebagai self healing. Saya memberi judul tulisan ini “Mengoptimalkan Kinerja Otak”, karena memang ternyata gelombang otak pada manusia memiliki frekuensi dan fungsi yang berbeda. Maka, jika kita memahami keterkaitannya, kita akan mampu melatih pengondisian gelombang otak ini untuk mengoptimalkan kerja otak kita. Bahkan, jika kita mampu, kita bisa memanfaatkan perbedaan gelombang otak ini untuk menghipnosis dan mengontrol kesadaran diri atau bahkan orang lain. Lebih jauh lagi jika kita mendalaminya, dan sebetulnya kita bisa memanfaatkan gelombang otak ini untuk menyembuhkan diri dari trauma.

Meskipun sama-sama memiliki otak, manusia diberikan kelebihan saat penciptaannya dibandingkan dengan makhluk Tuhan lainya, yaitu akal. Otak manusia digunakan untuk berfikir secara nalar dan menimbang secara naluri tentang benar dan salah. Namun, apa yang kita pikirkan apakah alam sadar atau alam bawah sadar kita yang bekerja? Nah! Saya mendapatkan titik terang dengan sesi pembekalan pagi tadi tentang gelombang otak.

Gelombang otak manusia pada dasarnya dibagi menjadi dua, awake dan asleep. Berdasarkan frekuensinya, gelombang otak dibagi menjadi;

  1. Gamma → 30-40 Hz → superconsciousness (kesadaran penuh) 
  2. Beta → 13-30 Hz → untuk konsentrasi, diskusi
  3. Alpha → 8-12 Hz → rileks, imajinasi
  4. Theta → 4-7 Hz → tidur, hipnosis, meditasi
  5. Delta → 1-3 Hz → tidur lelap tanpa mimpi

Gelombang Gamma, Beta dan Alpha ada dalam ranah awake, sedangkan Theta, Delta ada dalam ranah asleep.

Dalam video “Understanding Brain Wave” disebutkan bahwa gelombang Alpha merupakan gelombang yang tepat untuk belajar melalui bermain dan berinteraksi. Gelombang ini ada pada usia 0-6 tahun. Apakah ada kaitannya dengan konsep “Golden Age”? Bahwa di usia 0-5 tahun merupakan usia yang tepat untuk memberikan stimulus dasar pada anak. Hmmmm…. Tampaknya ada kaitannya… 

Sedangkan untuk usia 7-12 tahun lebih banyak menggunakan gelombang subconscious, Alpha atau Beta. Belajar yang optimal di usia ini dengan mengidentifikasi dan mengaitkan informasi.

Dalam buku yang pernah saya baca, “Keep Your Brain Alive” karya Lawrence C Katz & Manning Rubin, dikatakan bahwa manusia memaknai sesuatu lebih lama jika ada keterkaitan dan informasi itu berguna untuknya.

“The raw material for association originates primarily from the five senses but also can be emotional cues. The brain takes several different things into account in deciding whether to forge these mental connections. … In essence, this is our basic learning process.” (Keep Your Brain Alive: 12)

Kemudian, bagaimana kita bisa mengoptimalkan kerja otak kita? Salah satu caranya adalah dengan mengetahui gelombang otak dan fungsinya saat otak berada pada gelombang tertentu, yang kita sepakati ada di gelombang Alpha. Kita bisa memanfaatkan pengetahuan ini untuk mengontrol kerja otak; kapan saat kita harus berkesadaran penuh, membuat keputusan-keputusan, ataupun kita bisa memilih kapan kita ingin mengistirahatkan otak.

Musik dan wewangian tertentu dapat digunakan untuk mengatur atau mengondisikan kerja otak, dengan menyesuaikan gelombang otak. Hal ini dapat menunjang kesiapan otak anak untuk fokus pada pembelajaran, sehingga dapat mencerap informasi dengan optimal. Selain itu, pemahaman terhadap perbedaan gelombang otak akan membantu pada proses fasilitasi dan kegiatan apa yang cocok digunakan sesuai dengan tahapan perkembangan anak saat pembelajaran berlangsung.Namun, yang paling penting adalah bagaimana dengan prinsip gelombang otak ini, Kakak sebagai fasilitator di kelas mengondisikan dan menyiapkan diri untuk pembelajaran.

Dan ternyata, waktu hening selain untuk menyiapkan diri, dapat digunakan juga sebagai jeda untuk mengembalikan relaksasi otak kita agar fokus kembali dan mengoptimalkan kinerja otak.

Pertanyaan berikutnya yang muncul, apakah benar asumsi saya bahwa manusia akan mampu mengendalikan gelombang otak ini? Apakah semua gelombang otak ini ada dalam diri manusia? Dan tentang gelombang Gamma yang bagi saya masih bias ada di ranah mana, dan apakah bermanfaat atau malah berbahaya bagi otak kita? Semoga akan datang moment yang tepat untuk mendapat jawaban yang menggenapi.


Salam, 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Sedikit menambah rasa penasaran kak Fifin, betul kita bisa mengendalikan gelombang otak - saat kita bisa mengatur nafas, bernafas secara sadar yang kemudian memengaruhi ritme - detak jantung kita. Nah lalu ada caranya lagi bagaimana kita bisa menyelaraskan detak jantung dengan gelombang otak kita... Pastinya akan kita telusuri lebih jauh lagi... :) 

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa