AES30 Tentang Waktu [Refleksi]

AES30 Tentang Waktu [Refleksi]

Ini cerita tentang kelompok Rosella… Ini cerita tentang refleksi…

Dalam rangka mempersiapkan finalisasi maket Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro, kelompok Rosella akan mempresentasikan maketnya tersebut bertepatan dengan Temu Kakak. Saat itu ada satu anak yang tidak dapat bergabung di Temu Kakak karena tantangan tidak selesai. Sebagai fasilitator, Kakak kemudian mengonfirmasi bagaimana perasaan anak-anak yang lolos dan yang belum lolos saat itu. Kelas daring pun ramai dengan tanggapan tentang perasaan anak-anak. Beberapa diantaranya mengatakan;

Kalo ketemu kan bisa taun depan lagi, tapi kalo proses ga bisa diulang.”

Kalo ke sekolah ada waktunya lagi bisa ke sekolah, kalo proses, nanti udah gede kita ga bisa apa-apa, pas ditanya-tanya ga tau.”

Kalo proses udah ketinggalan kita ga bisa ulang lagi.

Kalo ga lolos bisa belajar dari kesalahan.

Yang lolos itu belajar, kalo mau sesuatu kita harus berusaha dulu.

Itu adalah beberapa ungkapan dari anak-anak yang lolos untuk Temu Kakak dan mempresentasikan karya maket PLTMH-nya. Kemudian bagaimana tanggapan anak yang belum lolos karena tantangannya tidak selesai?

Perasaan, gara-gara aku juga yang ga lolos, harus nerima konsekuensinya.” Ungkap anak yang tidak lolos tersebut. Dengan besar hati dia mengatakan itu di depan Kakak dan teman-temannya.

Kemudian Kakak mengonfirmasi dan membesarkan hati anak-anak dengan mengingatkan yang paling penting adalah prosesnya daripada hasilnya. Dan diakhir semester anak ini menunjukkan perubahan yang sangat signifikan terkait komitmen menyelesaikan tantangan, maket Rumah Ramah Lingkungan dia buat dengan sangat baik dan selesai tepat waktu. Anak ini menyedari kesalahan di waktu lalu, dan memperbaikinya.

Saya tertegun dan takjub, bagaimana mereka bisa mengungkapkan gagasan dan perasaan itu, saya pikir hanya orang dewasa saja… Tapi kata-kata itu muncul dari anak kelas 4 SD...

Mereka sadar dan paham bahwa waktu tidak bisa diulang… Mereka sadar dan paham bahwa proses itu harus dinikmati untuk dijalani… Mereka sadar dan paham apa manfaatnya untuk mereka kelak…

Bagaimana dengan kita? Manusia dewasa…

Sudahkah kita menyadari dan memahami arti setiap detik, menit, jam, hidup kita? 

Sudahkah kita memberi arti padanya?

Karena kita tahu, waktu takkan pernah kembali pada kita...

 

Salam,

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • 9207658883?profile=RESIZE_400x

  • Nuhun catatannya kak Fifin, kami2 yang ga mengikuti prosesnya bisa mendapat pembelajarannya... mudah-mudahan...

    • iya kak Andy... saya bersyukur nyemplung di prosesnya... 4 minggu dng anak2 hebat ini, saya banyak berefleksi ke dalam diri sendiri... takjub sendiri... 

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa