AES29 Belajar pilah pilih

AES29 Belajar pilah pilih

Beberapa bulan terakhir ini saya sedang senang belajar memilah dan memilih kembali produk-produk yang sudah lama digunakan. Melihat kembali bahan-bahan yang didalamnya, dari mana dia berasal, ataupun dampak lebih jauhnya dari penggunaan produk tersebut. Berawal dari mencoba VCO dijadikan masker rambut, lalu belajar pelan-pelan mengganti pasta gigi dengan oil pulling, hingga belajar juga mengganti pembalut sekali pakai dengan pembalut kain. Ini bukan sebatas mengurangi sampah atau menjaga lingkungan, tapi lebih ke rasa bertanggungjawab atas pilihan untuk tubuh saya. Belakangan ini saya merasa industri membuat semuanya menjadi seolah-olah lebih mudah, lebih cepat, dan lebih ekonomis. Tapi dari semua keuntungan itu, mungkin ada hal yang lebih besar yang harus kita bayar kelak. Entah apa itu, saya tidak tahu. 

Lantas saya teringat sebuah percakapan tentang mengapa anak bayi sering muntah ketika terlalu kenyang, katanya itu signal bahwa tubuhnya sudah cukup untuk menerima makanan. Begitu juga ketika mulai MPASI, anak-anak lebih sering muntah untuk beberapa jenis makanan, itu juga sebuah signal  yang diberikan oleh tubuh, dimana makanan itu tidak dibutuhkan oleh tubuh. Saya percaya, kita diciptakan dengan segala keajaiban di dalamnya, hanya saja karena sering mengabaikan signal yang ada, kemampuan tubuh memberi signal mulai kacau hingga tidak bisa membedakan ataupun mendengarkan signal yang ada. Kita mulai keliru untuk mendengar dan merasa tubuh kita sendiri. Mungkin juga ada kaitannya dengan segala "kepraktisan" yang disajikan.

Setiap hari adalah sebuah proses belajar, hari ini tahu belum tentu besok masih tahu. Hingga teringat sepenggal mantra dari Aki Muhidin, yang saya dapat di Smipa "nyaho can tangtu ngarti" mungkin banyak sekali informasi yang masuk dan memberi tahu kita banyak hal, tapi belum tentu kita memahami semuanya. Hanya melalui perjalanan belajar didalamnya yang akan mengantarkan pada pengalaman-pengalaman tersendiri untuk dapat mengerti sepenggal bagiannya. Setiap hari adalah proses belajar, semoga semangat belajar terus terjaga dan konsisten, dalam segala kerendahan hati. Hingga jadi sebuah perjalanan untuk memahami dengan lebih luas dan dalam. 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa