AES28 esensi edukasi

AES28 esensi edukasi

Diskusi hari ini cukup seru, dipantik dengan refleksi ke dalam diri masing-masing tentang tujuan dasar pendidikan, dan cuplikan video Sadhguru. Meski lewat pemaknaan masing-masing, berkait pengalaman masing-masing juga, dan perjalanan hidup masing-masing, simpulan hasil refleksi kami senada; mengenal, memahami, menghayati diri.

Setelah mendengar dongeng Sadhguru mengenai esensi pendidikan, jadi melihat benang merah dari kenal diri tersebut. Sederhananya mungkin begini, ketika kenal diri, lebih bisa mengelola diri, saat diri terkelola baik, semua yang muncul dari diri pun menjadi baik adanya; pikiran, emosi, reaksi, interaksi.

Menjadi tugas besar pendidikan untuk dapat mendampingi anak mengenal diri, dan membuka kemungkinan-kemungkinan mengelola diri dengan metodologi yang tepat, sesuai usia. Contoh dari beliau sesederhana melatih anak usia 7 menyenandungkan beberapa nada selama beberapa menit setiap hari untuk menenangkan diri.

Tujuan pendidikan yang semakin mewah, semakin megah, menguasai teknologi, menguasai bidang tertentu, mengejar gelar demi gelar, memang tak akan berujung dan tak kunjung membawa kebaikan bagi manusia sendiri. Pendidikan perlu ditujukan ke dalam diri. Kebayangnya memang semakin kenal diri, akan semakin nyaman dan yakin dengan dirinya. Mengetahui bidang yang akan ditekuni sesuai potensi dan kemampuan. Mengetahui peran yang dapat dikontribusikan. Sehingga energi besar yang ada dalam diri tersalurkan dan terekspresikan dengan terkelola pula.

Esensi yang terasa sederhana, namun perlu sungguh dimaknai agar dapat terwujud dalam keseharian. Karena untuk bisa menerapkan tentunya perlu sudah ada dalam diri sendiri dulu.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa