AES27 Sarapan

AES27 Sarapan

Jika sarapan biasa dilakukan bersama semangkuk bubur, atau sepiring nasi kuning. Sarapan kami hari itu jauh berbeda. Saat matahari mulai terbangun, kami sudah bersiap untuk mengayuh sepeda kami. Bersama dengan terbitnya matahari, kayuhan sepeda kamipun terus berjalan dengan perlahan. Rasanya menyenangkan sekaligus menenangkan. Tanjakan yang dirasa tak mampu dilalui ternyata bisa dilewati perlahan bersama kayuhan sepeda. Embun pagi yang menempel pada padi, jadi pemandangan luar biasa untuk sarapan kami. Tak terasa banyak tanjakan telah terlewati dengan nikmat.

Aaaaahh, sarapan dengan menu ini memang selalu menyenangkan. Ada rasa yang tak mampu sekadar dituliskan di dalamnya, namun setiap bumbu yang ada di dalamnya membawa rasa rindu untuk terus mencoba. Oia, sarapan dengan menu ini juga akan membawa banyak percakapan dalam hening, loohh!! 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa