AES26 beres-beres

AES26 beres-beres

 

Outer order contributes to inner calm. Salah satu quote terkenalnya Gretchen Rubin (Happiness Project). Tulisan kak Yanti mengingatkan aku pada hal ini. Tepatnya, mengingatkan pada spirit beberes yang pernah ada, karena keharusan beberes sih selalu muncul ketika melihat tumpukan barang. Selalu menjadi agenda untuk dikerjakan saat libur yang cukup panjang. Meski bukan hal mudah mengalahkan rasa enggan memulai, atau melanjutkan proses yang sudah dimulai.

Sempat ada masa ketika aku gandrung sekali dengan berbagai hal yang berbau beres-beres ini. Banyak metode yang aku ikuti dan coba. Haha, mulai dari Kon Mari dan The Minimalist yang beken banget, declutter berkait feng shui, Danshari, Live More with Less-nya Dominique Loreau, Zen Habits-nya Leo Babauta, dll. Sepertinya memang berkaitan dengan kebutuhan menata kembali diri yang sudah overload. Bukan hanya benda-benda fisik, tapi juga yang tak kasat mata, seperti inbox dan arsip-arsip pada laptop, waktu dan energi untuk kegiatan keseharian, kontak dalam buku alamat dan lingkar pertemanan, dll.

Seperti yang dikatakan Leo Babauta: "The complications creep up on us, one insignificant step at a time.

Today I order something online, tomorrow someone gives me a gift, then I get a free giveaway, then I decide I need some new tools. One item at a time, the clutter accumulates, because I’m not constantly purging the old.
Today I say yes to an email request, tomorrow I say yes to a party invitation, then I get asked to a quick cup of coffee, then I decide to be a part of a project. One yes at a time, and soon my life is full and I don’t know how I got so busy.
I look at a news site, then a social media site, then my email, then read an interesting article, then watch an online video someone sent me… and soon my day is gone, and I didn’t get much done, and my life gets eaten away in minuscule bites.

How do we protect against this feature creep, this complication creep? We have to take a step back, regularly."

Akumulasi akan selalu terjadi. Tidak membeli apa-apapun tumpukan selalu terjadi. Karenanya perlu mengeluarkan berkala. Benda yang pernah jadi kesayangan mungkin sudah habis waktu pakainya, atau sudah tergantikan dengan yang lebih sesuai. Bila tidak digunakan, tapi juga tidak dikeluarkan, tentunya menumpuk, dan dengan tak eloknya menyita ruang secara fisik maupun mental dalam hidup sehari-hari. Ruang yang bersih dan rapi sangat membantuku mengurangi distraksi dan rasa tidak nyaman. Memilah dan mengeluarkan, mengajak diri untuk berpikir dan fokus pada apa yang penting untuk aku.

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Sepakat Kaaaaak, beberes dan mengeluarkan barang secara berkala memang seajaib itu, ya. Hahahaha, iya Kaaak awalnya itu loh, harus langsung, 1,2,3, yukkk!! hhahahaha

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa