AES025 My Morning Sadhana

AES025 My Morning Sadhana

Sudah lebih dari satu tahun saya belajar dan melakukan rutin waktu hening di pagi hari. Dulu memang saya sebatas nyaho. Tahu bahwa waktu hening itu penting. Karenanya di Semi Palar kami menghadirkan waktu hening bagi anak-anak di Semi Palar. Tapi saya sendiri tidak (belum) melakukannya secara rutin. 

Sejak lockdown yang pertama diberlakukan di Bandung bulan Maret tahun lalu, sayapun belajar lebih jauh soal ini. Sepertinya saat ini saya sudah lebih paham. Tulisan saya berjudul Hening itu Penting nyambung juga sama tulisan ini. Di titik sekarang ini, waktu hening jadi rutin saya di pagi hari sebelum mulai segala sesuatu kegiatan rutin sehari-hari. Buat saya dampaknya sangat terasa. Apalagi dalam situasi pandemi ini, waktu hening saya sangat membantu saya mengelola diri. Sadhguru bilang ada 4 dimensi hidup yang bisa kita kelola - dan memang hanya empat itu yang bisa kita kendalikan. Ke empat dimensi itu adalah Badan, Pikiran, Emosi dan Enerji. Kalau ke empat dimensi itu bisa dikelola dengan baik, hidup kita ada dalam kendali kita.  

Ternyata ada sangat banyak teknik meditasi - walaupun sekilas, semua tampak sama. Tujuannya adalah mengakses dimensi dalam hidup kita. Sejauh saya pahami, satu-satunya cara mengakses dimensi dalam hidup kita adalah melalui hening dan menggunakan nafas kita. Hal lain yang mempengaruhi apa yang kita lakukan - dimensi mana yang kita sentuh adalah melalui postur dan sikap dan posisi tangan kita - yang dikenal di dalam Yoga sebagai Mudra. Hening dalam posisi tertentu itu akan mempengaruhi dimensi mana yang bisa kita sentuh melalui waktu hening ini.

Sampai di titik tertentu melakukan waktu hening ini, ternyata kita bisa sampai pada pengalaman bahwa dalam keheningan ini, apa yang terjadi di dalam diri kita adalah sangat-sangat dinamis. Dari hal-hal ini, saya jadi memahami kenapa di kebudayaan India banyak sekali orang yang memilih jalan hidupnya menjadi Yogi. Karena tujuan hidup mereka adalah melihat ke sisi dalam hidup mereka - karena melalui sisi dalam itulah satu-satunya jalan menuju ke-semesta-an. Dari situ dikenal istilah mikro kosmos dan makro kosmos... Di masyarakat tradisi Indonesia, dikenal Buana Alit dan Buana Agung, merujuk pada hal yang sama. 

Di tulisan lain, saya juga sempat membahas sedikit tentang Elemen Pembentuk Kehidupan yang mana lewat waktu hening ini, kita bisa menyentuh ke lima aspek ini. Sadhana - diksi yang saya pakai sebagai judul tulisan ini, terjemahan bebasnya adalah praktik spiritual. Karena akses ke dalam diri adalah praktik spiritual, menyentuh dimensi being seorang manusia. Manfaat yang saya rasakan luar biasa, rutin pagi ini saya rasakan membuat badan jadi lebih sehat - sudah setahun ini saya tidak mengalami sakit flu ataupun sejenisnya. Karena badan saya sehat - saya asumsikan imunitas badan saya juga baik. Pikiran jauh lebih jernih, emosi lebih terkendali dan enerji saya rasakan maksimal setiap hari. Ke empat dimensi itu terasa baik, apapun yang saya kerjakan juga jadi maksimal. 

Saya senang, ada banyak kemajuan dalam hal ini buat saya pribadi, bukan hanya nyaho, tapi juga ngarti dan bisa... Setelah lebih dari setahun ini saya jalani, saya sudah merasa sangat terbiasa melakukan waktu hening ini (tuman). Mudah2an praktik ini membantu saya untuk melangkah menuju ngajadi (being). 

  

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa