AES16 musik untuk anak

AES16 musik untuk anak

Aku bukan pemusik, rasanya tidak banyak juga paparan musik yang aku dapat saat kecil. Hingga sekarang pun aku lebih banyak menikmati musik yang ringan, mudah dicerna. Tapi terasa sekali bahwa di keseharian musik semakin banyak menemani kegiatan di rumah. Karena itu kalimat yang ditulis pak Akham dalam essaynya mengenai musik, bahwa ‘musik adalah jenis seni yang paling intim bagi manusia’ terasa sangat pas. Lalu jadi ingat bahwa musik juga  merupakan jenis seni yang dapat mendukung perkembangan berbagai aspek dalam diri seorang anak. Hal ini baru aku sadari ketika membahas program bermusik.

Secara luas, musik ada di berbagai celah kehidupan manusia. Musik punya banyak sekali peran dan fungsi. Musik mengisi keseharian manusia. Dari mulai masyarakat tradisional di desa-desa dan rimba, hingga manusia modern di kota-kota besar. Musik mengalunkan kisah dan tradisi dari generasi ke generasi, hadir sebagai bagian dalam upacara keagamaan hingga upacara militer, juga di perayaan momen2 bahagia keluarga. Belum lagi untuk promosi barang dan jasa yang suka nempel tak mudah hilang dari benak. Atau sebagai ekspresi diri, untuk menggugah rasa, membangun suasana.

Meski demikian, secara khusus bila seorang anak mendapat paparan musik yang tinggi; diperdengarkan, diperkenalkan, diajak bermain dan menikmati musik sejak kecil, ternyata sungguh banyak manfaat yang bisa didapat. Bahwa memperkenalkan musik dan bunyi-bunyian sejak usia dini, bahkan sejak masih dalam kandungan, dapat merangsang pertumbuhan otak anak. Khususnya di bagian otak kiri yang berpengaruh pada kemampuan berbahasa dan menyerap informasi di sekitarnya. Ini sudah menjadi pengetahuan umum. Di samping itu, bermain musik membuat anak-anak terbiasa untuk mengekspresikan perasaan mereka. Biasanya mereka tumbuh lebih ekspresif dan periang. Rasa senang atau sedih pun bisa ditangkap bahkan lewat bunyi-bunyian yang mereka mainkan sekenanya.

Sebagai bagian dari seni, anak-anak yang terbiasa mendengar atau bermain musik cenderung lebih kreatif. Mereka lebih luwes menemukan solusi ketika menghadapi situasi atau masalah sehari-hari. Mengenalkan anak pada musik dan seni, selain membuat mereka terbuka dengan nilai-nilai budaya, juga mengajarkan mereka lebih peka dan mudah berempati terhadap sekitarnya. Saat memainkan instrumen misalnya, anak-anak akan menangkap nada yang mereka mainkan. Apakah sudah tepat atau belum, dan mendorong mereka untuk terus belajar agar bisa memainkan setiap nada dengan tepat.

Bermain musik juga melatih kemampuan untuk bekerja dalam tim. Bergabung dalam sebuah band atau orkestra melatih anak –anak mengerti pentingnya sebuah kerja tim, menciptakan kekompakan antar pemain untuk menghasilkan musik yang harmonis, hingga menentukan jadwal latihan bersama misalnya. Hal-hal semacam ini bisa melatih anak agar tumbuh jadi pribadi yang tidak egois dan bisa diajak kompromi. Belajar memainkan alat musik mengajak anak berlatih untuk mengalahkan rasa takut. Mereka pun menjadi lebih percaya diri, tidak canggung untuk tampil di depan orang lain.

Intinya dengan berbagai manfaat yang dapat dipetik, baik sekali untuk menghadirkan musik dalam kehidupan anak sejak kecil. Dengan sekadar mendengarkan suara yang menenangkan dan irama yang menyenangkan, musik dapat memperindah dan memperkaya kehidupan anak-anak. ;)

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa