AES15 The Social Dilemma

AES15 The Social Dilemma

Gais ada yang udah nonton documenter ‘the social dilemma’?

Film ini aku tonton hari sabtu kemarin isinya tentang media sosial. Jadi ada wawancara dengan beberapa mantan karyawan perusahaan media sosial seperti twitter, youtube, facebook, pinterest dan yang lainnya. Sebagian besar mereka keluar dari tempat kerja mereka karna alasan etika,ya mereka merasa perusahaan yang bergerak di media sosial punya cara bisnis yang tidak benar terutama tentang etika.

Film ini mulanya membeberkan fakta bahwa angka remaja yang menderita penyakit mental melambung naik hingga 200% bertepatan dengan boomingnya facebook kala itu. Media sosial ini dirancang untuk menimbulkan kecanduan bagi penggunanya bahkan ada satu quote yang ditampilakan

‘hanya ada dua produk yang menyebut konsumennya pengguna, satu narkoba dan satunya lagi adalah media sosial’

Kita para pengguna memang tidak membayar untuk menggunakan media sosial, lalu darimanakah perusahaan itu mendapatkan penghasilannya? Mereka mendapatkan penghasilan dari para pengiklan produknya. Dan yang ditawarkan oleh media sosial ini adalah data, data yang sangat banyak tentang penggunanya sehingga penawaran produk akan sangat tepat sasaran. Sejauh ini sih tidak ada masalah sepertinya dengan penggunaan media sosial. Mari kita masuk lebih dalam.

Media sosial menggunakan algoritma yang terus diperbaharui bahkan tiap detiknya, dia akan merekam apa yang kamu klik dan bahkan berapa lama kamu melihat itu, hal ini akan menambahkan data untuk memberikan rekomendasi selanjutnya. Makannya biasanya saat kamu klik sesuatu sekali saja tentu hal lain yang berhubungan dengan itu akan langsung mucul di lamanmu. Menurut mereka yang diwawancarai hal ini sungguh sangat berbahaya, karna bisa diartikan media sosial dapat mengontrol dunia dengan satu jentikan jari, banyak berita hoax yang tersebar dan sekali kau mengklik berita hoax itu kamu akan diarahkan ke berita yang serupa yang bisa merubah persepsimu, yang tadinya kamu melihat itu hoax tapi dengan banyaknya data yang ditampilkan kamu bisa saja menjadi percaya dengan hal itu. Apalagi bila pengguna media sosial itu tidak punya filter dalam dirinya. Berdasarkan data, banyak kerusuhan yang terjadi akibat hoax yang tersebar melalui media social salah satunya adalah tentang moeslim rohingnya, lalu kerusuhan dibeberapa daerah.

Lalu satu hal yang ditekankan dalam film ini adalah bahwa selama ini kita selalu ketakutan dengan efek artifial intelegence (IA) yang mungkin dapat mengambil alih pekerjaan manusia, namun kita lupa bahwa hari ini kita telah merasakan efek samping dari IA yang nyata yakni algoritma social media.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa