AES13 Punya apa?

AES13 Punya apa?

"Apa yang keluar dari dirimu adalah apa yang kamu miliki."

Saya lupa memungut diksi ini dari mana, tetapi sungguh mengena. Bahwa apa yang bisa kita beri, memang hanya apa yang benar-benar ada pada kita dan kita miliki. Misal kita memberi dari saku celana kita, yang bisa kita beri tentu saja yang ada di dalam saku celana. Sama halnya kita mau memberi dari diri atau hati kita, sudah pasti yang bisa kita beri adalah apa yang ada di dalam diri atau hati kita. Jika kita memiliki damai, kita bisa memberi damai. Bila cinta kasih bersemayam di hati kita, pemberian kita untuk orang lain pasti cinta kasih. Begitu pula suka cita dan kebahagiaan.

Saya teringat kembali hal ini setelah diskusi siang tadi bersama Kak Andy. Menjadi fasilitator itu perlu 'bahagia'. Agar kita juga bisa memberi bahagia kepada teman-teman atau anak-anak di kelas. 'Bahagia' ini juga perlu dimurnikan lagi maknanya. Tentu yang dimaksud di sini adalah bahagia sebagai sebuah kedamaian dan ketenangan jiwa. Yang mana itu dihasilkan dari penguasaan dan pengelolaan diri yang baik. 'Being'nya sudah dapat dulu nih. Bahagia yang dari dalam, bukan dari luar. Baru keluarnya atau yang bisa kita beri adalah sama dengan apa yang ada dalam diri kita; kedamaian.

Ini mirip juga dengan perumpamaan pohon dan buah. Pohon yang baik pasti menghasilkan buah yang baik. Tak mungkin buah yang baik dihasilkan dari pohon yang tidak baik. Jadi, mari lihat lagi apa yang keluar dari diri kita; besar kemungkinan itu yang kita miliki (ada di dalam diri kita).

Semoga damai, semoga damai.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Nuhuun kak Mamat untuk esainya hari ini... Asik banget refleksinya. 

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa