AES12 Sunyi dan Memiliki

AES12 Sunyi dan Memiliki

Orang-orang sering takut kesunyian, menghindari sunyi dan mencari ramai. Padahal dalam keramaian orang bisa kesepian. Namun dalam kesunyian, bisa jadi orang justru tidak kesepian, justru bahagia dan menjadi penuh.

Leluhur kita banyak yang memilih kesunyian, menjauh dari keramaian untuk menjaga jiwanya tetap waras. Dan mereka tidak menjadi kesepian karenanya. Orang-orang hari ini sebaliknya, begitu takutnya pada kesunyian karena takut kesepian. Dan jadilah mereka kesepian dalam sunyi maupun ramai. Jiwanya?

Bermunculan berbagai metode dengan nama atau istilah barat yang sebenarnya telah hidup dan dihidupi masyarakat timur sejak baheula. Kita semua pasti sudah tahu apa saja itu; mulai dari meditasi, earthing, forest bathing, dan sebagainya. Kesemuanya telah ada dan diamalkan oleh masyarakat timur, sebelum hari ini. Hari ini kita (masyarakat timur) perlu belajar lagi dari barat, tentang apa yang sebenarnya telah kita miliki. Hari ini kita perlu menilik lagi ke dalam diri, apa yang sebenar-benarnya kita miliki. Agar kita mampu menikmati diri, menghayati sunyi, menghalau sepi. S'bab, jika kita adalah semesta itu sendiri (jagad alit), kita takkan pernah sendiri apalagi kesepian.

Tulisan ini ditulis malam ini, di bawah purnama yang tengah ranum. Bulan mengajari kerendahan hati, meski sinar tak ia miliki, namun ia rela berbagi. Sinar yang yang didapatkannya, tak ia simpan sendiri. S'bab ia tahu, ada kemampuan menikmati yang jauh lebih penting ketimbang hanya memiliki. Seperti hidup, seperti sunyi, bukan milik kita, namun ada yang mengijinkan kita menikmatinya dengan cara berbagi.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa