AES11 Berkarya

Tulisan ini adalah essay ke sebelas ku

Memang tidak seperti yang lain, partisipasiku di atomic essay ini sedikit fluktuatif banyak sekali bolongnya. Aku sungguh tahu apa saja manfaat yang bisa kudapat dari menulis essay, hanya saja rasa malas lebih betah menemani diriku dan mungkin apa ya sedikit rasa tidak percaya diri untuk menulis mungkin merasa ‘apasih gin tulisanmu ga ada isinya’ atau ‘gin tulisanmu muter-muter’.

Dalam prosesku aku menemui 2 anak tangga untuk sampai hari ini, stage pertama adalah aku ingin menulis, tahu apa manfaatnya tapi tidak punya rasa percaya diri, lalu aku dikenalkan dengan tulisan pak Ahkam tentang 'perfectionist' oleh kak andy, setelah membaca itu aku tersadar bahwa memulai sesuatu tidak harus dengan kata sempurna, lakukan saja dulu! perbanyak tulisanmu dan kau akan belajar darisana. Akhirnya semua keraguanku tentang takut menulis aku tepiskan, aku sudah tidak peduli apa kata orang tentang tulisanku, kan judulnya berkarya bagaimanapun aku mengungkapkannya terserah padaku. Stage pertama terlewati. Setelah itu aku mulai menulis beberapa essay tanpa keraguan dan ketakutan bagaimana hasil tulisanku, mungkin setelah stage pertama ini aku menghasilkan 3 essay.

Namun setelah tiga essay aku menghilang bak ditelan bumi, masuklah stage kedua. Musuhnya apa? Kemalasanku. Rasa malas yang menyebalkan, aku sudah tahu manfaatnya, aku sudah tidak takut mengungkapkan pemikiranku lagi tapi rasa malas menjadi alasanku kali ini. Sungguh malas meluangkan sedikit waktu untuk menulis beberapa kata setiap harinya. Sampai akhirnya kami kakak baru diberikan tantangan oleh kak andy untuk membahas bagaimana caranya membiasakan atomic essay, dalam diskusi itu kami berbagi tips and trick supaya bisa terus menulis. Lalu ada satu hal yang aku ambil dari pernyataan kak fifin bahwa “kau bisa memulai dengan menulis hal yang paling dekat dengamu”. Selama ini memang aku akui, banyak hal yang ada dikepalaku dan sebenarnya bisa aku tuangkan dalam tulisan, tapi karna aku tidak terbiasa menulis hal itu menjadi tantangan hebat untukku. Tapi aku harus menjawab tantangan ini, stage kedua harus segera aku pecahkan agar aku masuk ke stage berikutnya. Setelah merunung beberapa hari akhirnya aku memutuskan untuk menulis tentang gunung, hal yang paling dekat denganku menceritakan pengalamanku mendaki beberapa gunung, setelah dihitung-hitung ada sekitar 9 gunung yang pernah kudaki dan semua memiliki ceritanya sendiri, setidaknya aku akan punya 9 essay yang bisa aku bagikan setiap hari. Dari sana aku mulai mencoba untuk menulis setiap hari dan mempostingnya di ririungan, hanya saja ada dua hari yang terlewat karna aku lupa, benar-benar lupa (peralihan dari masa liburan dan masuk lagi hahaha).

Aku akan berusaha untuk menulis dan memposting essayku setiap hari, untuk apa aku menulis essay hari ini? Agar aku malu kalo tak ada tulisanku di ririungan hari-hari berikutnya hahaha, supaya menjadi trigger untukku sendiri. Entah apa tantangan di stage selanjutnya, mari kita liat saja.

Satu hal sih yang ingin aku tekankan, bahwa saat kita membuat sesuatu apapun itu, tulisan, video atau gambar jangan terobsesi dengan kata ‘bagus’ apalagi ‘sempurna’. Ingat saja bahwa tujuan kita adalah berkarya.

 

Kalau bahasa ku biasanya gini "tong loba perfeksionis bisi teu jadi!!!'. 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • mantuuuuuul Kak redha regina mirdan hayuuu atuh mulai senang menulis dulu,,, nanti pasti jadi biasa... terus naik level jadi butuh nulis... 🥰🥰🥰🥰

    saya sangat menyukai cerita-cerita kak Gina tentang gunung... yang tidak pernah bisa mendaki, karena saya anak pantai... hahahha... 🤓🤘🏻

  • 9257814478?profile=RESIZE_400x

    Kereeen kak Gina.... tulisan ini luar biasa menurut saya karena ini bentuk kesadaran yg bukan hanya disadari bahkan berani dituliskan. Tidak banyak orang yang berani melakukannya. Ada Ted Talk yang berjudul The Power of Vulnerability. Mengakui kelemahan kita adalah kekuatan yang sangat besar. 

    Semoga jadi pemicu besar buat kak Gina untuk maju. 🙏🤗

    Colek Ahkam Nasution aja nih karena tulisannya berdampak... Nuhuun...

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa