AES076 Semua Orang Bisa Menulis

AES076 Semua Orang Bisa Menulis

Siang tadi rekan-rekan orangtua KPB berkumpul untuk sesi Taki-taki (ancang-ancang) Pembelajaran KPB di TP17 ini. Setelah membicarakan berbagai hal, perbincangan menyentuh Atomic Essay Smipa. Teman-teman KPB sendiri sudah mulai mencoba, membangun rutin menulis satu esai pendek setiap hari. 

Hal ini menarik berbagai respon orangtua. Selesai pertemuan ditutup, muncul di benak saya bahwa semua orang bisa menulis. Pasti bisa. Kalau teman2 ingat, sejak kita duduk di bangku SD, kita belajar menulis. Dan di sepanjang perjalanan kita belajar, kita juga terus diminta menulis. Apakah itu membuat karangan atau merangkum satu pelajaran. Di SMP dan SMA kita selalu diminta membuat laporan setelah melakukan percobaan di laboratorium. Di bangku kuliah kita diminta membuat berbagai tugas dan esai dan di penghujung bangku kuliah, kita diminta menuntaskan sebuah tulisan ilmiah dan mempertanggung jawabkannya dalam sidang skripsi. Masih ingat ya? Betapa kita terus menerus menulis. Perkara suka atau tidak, itu hal lain. Saya tau banyak juga teman yang dulu punya buku harian (diary). Waktu saya SMP dulu, ada yang punya buku kenangan, buku yang diedarkan dari teman ke teman, dan kita diminta menuliskan sesuatu di dalam buku itu yang kemudian dihias sesuai kesukaan kita. 

Semua orang bisa menulis. Saya yakin itu. Hal kedua yang mungkin muncul adalah pernyataan bahwa "aku tuh bingung mesti nulis apa". OK, kita coba jawab ya. Dulu di sekolah atau di bangku kuliah, segala suatu perkara menulis kita datang dari perintah guru. Tapi kalau sekarang kita diperbolehkan menulis tentang apapun, apapun juga, masa sih ga ada sesuatupun yang kita bisa tuliskan? 

Respon ketiga yang mungkin muncul adalah "tapi aku tuh ga bisa nulis banyak-banyak..." Baiklah. Saya coba copas teks di atas ini ke Word atau Google Docs ya. 
Hasilnya, Word Count menunjukkan 275 kata. Sudah melampaui apa yang jadi acuan Atomic Essay. Tidak banyak... Di atas ini ada empat paragraf, dengan paragraf kedua yang paling panjang. Lalu soal waktu. Sejak saya mulai menuliskan ini, saya kira-kira menghabiskan waktu sekitar 15 menit. Tidak banyak juga. Kalau ditanya berapa banyak kita menghabiskan waktu memelototi media sosial, rasanya bisa jauh lebih lama dari ini... 

Jadi begitulah teman-teman, kembali ke judul di atas, semua orang bisa menulis. Saat kita mencoba melakukannya setiap hari lewat Atomic Essay ini, kita akah terkagum-kagum, bangga dan bahagia terhadap diri sendiri, tentang apa yang berhasil kita lakukan... Satu-satunya yang perlu dilakukan adalah mencoba memulainya...  Saya tutup esai ini dengan 390+ kata. Selamat malam semua. Sampai jumpa di tulisan selanjutnya besok.  

Photo by Etienne Girardet on Unsplash

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • reposted to jamroom

     

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa