AES065 Luangkan Waktu untuk Dirimu Sendiri

AES065 Luangkan Waktu untuk Dirimu Sendiri

Beberapa waktu terakhir ini, kakak2 Smipa sedang belajar tentang dimensi dalam diri manusia. Dalam diskusi-diskusi dan refleksi yang dilakukan kita mulai menyadari bahwa kita tidak banyak menempatkan perhatian pada sisi dalam diri kita sendiri. Karena kebahagiaan itu bersumber dari dalam diri, tentunya ada hal-hal yang harus dilakukan. 

Sudah cukup dipahami juga bahwa waktu hening adalah hal penting yang harus dilakukan kalau kita ingin bisa lebih bisa mengendalikan pikiran dan emosi diri kita. Lebih sadar (aware) dan bisa memilih untuk being - karena manusia memang punya kemampuan untuk itu. 

Sejak kemarin saya mendengarkan beberapa video youtube yang dibawakan oleh Dandapani. Selain Sadhguru, Gregg Braden, Joe Dispenza dan lainnya, saya juga sangat tertarik terhadap apa yang disampaikan oleh Dandapani. Seorang yang meninggalkan kehidupannya selama 10 tahun untuk belajar menjadi pendeta. Kisahnya sangat menarik, Dandapani seorang komunikator yang baik, caranya tidak pernah menggurui. Dia sendiri tidak pernah merasa dia seorang guru, dia menganggap dirinya seorang murid yang masih terus belajar. Yang dia lakukan adalah sekedar berbagi teknik-teknik yang dia pelajari selama tinggal selama 10 tahun di monasterinya di Hawai. Apa yang dibagikannya juga sangat relevan dengan kehidupan modern saat ini. 

Salah satu yang dia sampaikan dalam wawancaranya dengan Brian Rose (London Real) adalah bagaimana kita perlu meluangkan waktu untuk diri kita sendiri. Sama seperti kalau kita ingin mengenal seseorang lebih dalam. Kita perlu berbincang dan bertanya kepada orang tersebut. Semakin banyak waktu yang diluangkan untuk berbincang, kita akan mengenal orang tersebut semakin lama semakin mendalam. 

Masalahnya, karena atensi manusia lebih banyak berorientasi ke luar dirinya, hal sederhana ini pada umumnya luput dilakukan. Seseorang bisa bercerita panjang lebar tentang tokoh pemain drama favoritnya atau artis selebriti yang dia sukai, sementara kalau ditanya tentang dirinya sendiri, pertanyaan ini sulit dijawab. 

Penyebabnya sederhana, kita tidak cukup kenal diri kita sendiri. Kenapa? Karena kita juga tidak pernah meluangkan waktu untuk mengenal diri kita sendiri. Nah video di atas ini mudah2an menjadi salah satu inspirasi tentang apa yang perlu kita lakukan, karena kita sekarang paham bahwa segala sesuatu bersumber dari dalam diri kita. Sumber inilah yang harus kita kenali sebaik-baiknya. 

Menutup tulisan ini, saya jadi teringat bahwa menulis seperti yang kita lakukan ini sebetulnya juga membantu kita untuk mengenal diri kita sendiri. Bagaimana tidak, kita bisa membaca tulisan kita sendiri di layar monitor - yang secara harfiah menjadi media untuk kita mengambil jarak dan menyaksikan pikiran-pikiran kita dituangkan di dalam tulisan-tulisan kita. Tentang ini saya tuliskan di esai saya yang ke 21 - yang berjudul 15 Minutes of Me Time

Silakan membuat kencan dengan diri kita sendiri... Mestinya dalam situasi pandemi ini, kita punya lebih banyak waktu untuk melakukannya. Salam. 

Photo by Felicia Buitenwerf on Unsplash

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • transfered to jamroom.

     

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa