AES057 Waktu Hening (1)

AES057 Waktu Hening (1)

Saya sudah cukup lama mengenal meditasi. Tapi belum pernah berhasil menjadikannya sebagai rutin harian. Dua minggu berturut-turut pun seingat saya belum pernah sanggup. Maka itu, saya sangat salut melihat Kak Andy yang telah mampu bermeditasi selama beberapa bulan (sudah setahun lebih mungkin, ya). Setelah berhasil menulis setiap hari di AES, target saya berikutnya adalah meditasi setiap hari.

Awal perkenalan saya dengan meditasi ialah ketika dulu di desa belajar ilmu kebatinan. Hehehe. Namanya juga orang kampung. Banyak mistisnya. Saya ikut perguruan Budi Suci. Aliran ini mirip Sin Lam Ba atau Merpati Putih yang lebih populer di Indonesia. Meditasi yang diajarkan Budi Suci pada prinsipnya sama dengan meditasi yang lain.

Jika dulu belajar meditasi dipicu gejolak darah muda yang ingin sakti, sekarang cuma karena ingin bahagia dan sehat. Sudah banyak penelitian ilmiah tentang manfaat meditasi untuk kebahagiaan dan kesehatan. Dan semoga praktik meditasi rutin juga dapat membantu perjuangan saya dalam mewujudkan mimpi-mimpi untuk sisa hidup ini. Sebab meditasi adalah latihan mengenal diri. Evaluasi diri, yang sesungguhnya diperlukan agar rencana-rencana kita dapat berjalan baik. Atau boleh jadi kita malah merevisi rencana-rencana itu karena meditasi juga bisa menjadi filter dalam menentukan rencana mana yang benar-benar penting bagi hidup kita.

Dalam podcastnya, Tim Ferriss menghadirkan para top performers dari berbagai bidang. Ilmuwan, seniman, atlet, pebisnis, dsb. Tim pernah melakukan analisis terhadap wawancara dengan seluruh tamu yang ia undang guna mencari pola kesamaan dari orang-orang sukses tersebut. Ternyata hasilnya sangat bervariasi. Ada yang dietnya vegan, ada pemakan segala, ada yang malah cuma mengonsumsi daging. Ada yang bangun dini hari, ada yang bangun siang. Tapi ada satu kesamaan pada sebagian besar tamunya: praktik rutin meditasi.

Beberapa perusahaan sudah mengadopsi kebiasaan meditasi di lingkungan kerja mereka. Sejak tahun 2007, Google mengadakan pelatihan mindfulness meditation bagi para karyawan mereka. Program itu dinamakan “Search Inside Yourself”, dipimpin seorang engineer senior (employee no. 107), Chade Meng-Tan. Programnya mendapat sambutan baik karena dianggap berhasil membuat hidup para karyawan jadi lebih positif. 

Terdapat tiga latihan dalam program mindfulness Google:

  1. Attention training. Ini berguna agar pada setiap waktu, apa pun yang menimpa kita—dilanda stres atau dihina orang—kita mampu menggiring pikiran ke tempat yang tenang dan jernih. Fondasi dari emotional intelligence.
  2. Self-knowledge. Chade Meng-Tan mengatakan: “Once your mind is calm and clear, you can create a quality of self-knowledge or self-awareness that improves over time, and it evolves into self-mastery. You know about yourself enough that you can master your emotions”.
  3. Creating mental habits. Satu contohnya adalah mental habit of kindness. Melatih pikiran untuk melihat setiap orang yang ditemui: kita inginkan agar orang itu berbahagia. Jika hal tersebut sudah jadi habit, kita tak perlu mengusahakannya lagi. Ia akan menjadi sifat natural kita.

 

"Meditation is the dissolution of thoughts in Eternal awareness or Pure consciousness without objectification, knowing without thinking, merging finitude in infinity."Voltaire

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Wow mantap Ahkam.

    Pasti bisa. Kami (kakak2) juga lagi belajar memagami lebih jauh ttg waktu hening ini. Bersentuhan dengan diri yg sejati... Mari berproses bersama... 

     

    • Terima kasih, Kak Andy. Semoga bisa, Kak. 🙏🏼

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa