AES050 What's Next?

AES050 What's Next?

Ini esay saya ke lima puluh... Sayangnya saya lagi bingung juga mau nulis apa. Sejak siang tadi simpang siur segala berita tentang COVID dll. Adanya varian baru (lagi) setelah varian Delta, vaksinasi anak-anak dibuka, PPKM Jawa Bali hari ini dimulai, saya lihat foto-foto Bandung yang sepi di jalan-jalan protokol, termasuk ada orangtua baru yang tanya, kak Andy bagaimana semester depan? 

9198124892?profile=RESIZE_400xBeberapa esai saya menulis tentang waktu hening, tentang menemukan jawaban di dalam diri. Tapi entah hari ini belum ketemu juga. Yang ada hanya kebingungan. Mungkin saya berharap terlalu banyak juga.

Sambil bingung saya lihat-lihat posting teman2 di Ririungan. Saya baru ingat kak Tesa menuliskan tentang mencari solusi di dalam diri kita, di dalam hening – di mana kita bisa menemukan jawaban. Karena di sana Tuhan juga berdiam. Bener juga ya… Saya jadi ingat lagi siang tadi, salah satu quotes dari Sadhguru juga mengingatkan akan hal yang sama – untuk melihat ke dalam diri, dalam hening, di sana ada solusi untuk segalanya. Kalau diamati lebih jauh, Sadhguru bilang, bahwa yang akan kau temukan di dalam diri adalah ruang di mana ada solusi untuk segala sesuatu… Jadi ya solusi itu masih tetap harus kamu temukan. Tapi ya, solusi itu ada di sana. Di dalam diri kita adalah tempat untuk menemukan solusi.

Rupanya apa yang saya pikirkan – segala sesuatu yang mondar-mandir dalam pikiran saya, bikin semua jadi keruh, padahal untuk melihat dengan jelas, kita perlu mengendapkan segala sesuatu, supaya pikiran kita jernih…

Sepertinya yang bikin keruh adalah juga ekspektasi kita atas masa depan, padahal, seperti tulisan Fifin mengenai waktu. Waktu yang terus berjalan memberi kita pilihan sederhana, apakah kita bisa membiarkannya berlalu begitu saja atau memberinya makna.

Saat jawaban belum ada, ya begitulah adanya, mungkin jawaban belum waktunya hadir. Ada kalanya, pertanyaan nanti bagaimana perlu dijawab dengan bagaimana nanti… Maknai saat ini, syukurilah segala momen yang ada. Mengalir mengikuti waktu, momen demi momen, dalam hening… Jawaban akan hadir pada waktunya…

Saat ini saya memaknainya dengan penuh syukur, saat saya dapat jawaban dari apa yang dituliskan teman-teman di ruang ini… Luar biasa bukan? Terima kasih banyak teman-teman semua…

illustration : susatalan.com

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Terima kasih juga Ka Andy. Saat sedang hening Ka Tesa menemukan banyak dan menyadari nikmatnya rasa syukur. 

  • Terima kasih buat kak Tesa dan kak Fifin yang 'bantu' saya menuliskan esai ini... :)  

    • hahaha... awalnya saya juga bingung mau nulis apa, kemudian di detik2 terakhir, malah dapat inspirasi dr jam dinding saya yg jarum detiknya bergerak di tempat.. (harus ganti batre) (^o^)

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa