AES049 Menjaga Keseimbangan

AES049 Menjaga Keseimbangan

Beberapa waktu lalu saya menuliskan tentang Do Be Do Be Do... yang intinya adalah bagaimana kita menjaga keseimbangan antara Doing dan Being. Kak Yanti sempat juga menuliskan tentang Mandala, yang secara visual memang merujuk pada keseimbangan dan secara makna memang menekankan pentingnya keseimbangan. Yin-yang yang saya jadikan ilustrasi tulisan ini dengan gamblang menggambarkan tentang keseimbangan. 

Menurut saya ini memang salah satu tantangan terbesar dalam kehidupan manusia. Tentunya banyak dimensi yang bisa dikaitkan dengan soal keseimbangan ini. Saya ambil  contoh sederhana, kalau kita punya kendaraan bermotor, roda kendaraan kita harus dijaga dalam keseimbangan yang baik, karenanya perlu diseimbangkan - di balancing dari waktu ke waktu. Kalau kita biarkan roda kendaraan kita tidak seimbang, kendaraan kita mudah rusak. Apakah ban-nya akan aus sebelah, atau bearing roda kita yang mudah rusak, mobil terasa bergetar saat dikendarai atau bisa juga mengganggu kerja rem saat kita ingin menghentikan kendaraan kita. Intinya ketidak-seimbangan ini akan mengganggu dan lebih jauh lagi bisa merusak. 

Kalau kita makan tidak seimbang, apakah terlalu banyak makan gorengan atau kurang makan buah, biasanya kita akan jatuh sakit. Saat sekarang kita banyak di rumah dan bekerja di depan komputer, tantangan paling besar adalah menyeimbangkan aktivitas kita yang sangat statis (banyak duduk di depan komputer) dengan gerak atau olah fisik. Omong-omong, sudah dua minggu ini rutin bersepeda saya hilang karena pandemi yang sedang meledak - den membuat saya tidak nyaman banyak berkegiatan di luar rumah.  

Lebih jauh. tentang keseimbangan ini saya ingin mengaitkan dengan menulis - karena dengan segala informasi yang kita terima dari waktu ke waktu, semuanya tersimpan dalam memori kita. Sejauh saya rutin menulis, saya merasakan sesuatu yang berbeda, karena hal-hal yang bertumpuk dalam memori, lewat menulis saya jadi punya kesempatan dan wadah untuk menuangkannya. Saya merasa pikiran saya lebih jernih. Walaupun saya tidak bisa memilah secara jelas apa yang menyebabkan hal itu. Apakah rutin menulis yang saya lakukan setiap hari atau waktu hening yang saya jalankan setiap pagi.  

Tapi toh akhirnya itu ga terlalu penting juga, yang lebih penting ada dampak positif buat saya dari ritual yang sekarang saya lakukan setiap hari. Saya merasa jauh lebih seimbang. Dan apapun itu, keseimbangan adalah hal baik bukan? 

Photo by Дмитрий Хрусталев-Григорьев on Unsplash  

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa