AES04 - Kehidupanku Sekarang.

AES04 - Kehidupanku Sekarang.

Sudah cukup lama saya tidak menulis dalam forum ini, karena saya sedang dalam Program Kampus Mengajar yang mengharuskan saya pindah ke sisi lain Kota Bandung yang jauh dari rumah. Setelah sebulan saya ditempatkan pada salah satu sekolah negeri di daerah Gedebage, kehidupan saya mengalami perubahan cukup signifikan. Jauh dari rumah untuk pertama kali membuat saya menjadi lebih mandiri dari sebelumnya. Daerah yang cukup nyaman jauh dari hirup pikuk perkotaan, jauh dengan kendaraan umum, jauh dari mini market, ojek online tidak diperbolehkan masuk, lalu tukang ojek pangkalan yang membuat ada membuat saya berfikir "wahhh beda sekali dengan rumah". Beradaptasi dengan lingkungan baru yang asing memerlukan waktu yang cukup lama, karena berita dari mulut ke mulut menyebar sangat cepat yang membuat kami canggung.

Sekolah negeri ini sangat terkendala saat adanya pembelajaran PJJ, karena masyarakat di daerah sini merupakan kalangan menengah kebawah jadi tidak semuanya memiliki Handphone atau kuota. Peran kami sebagai mahasiswa untuk mendampingi masyarakat dan sekolah untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang efektif. Sangat berbeda jauh dengan pembelajaran di kota, tetapi guru dan siswa disini memiliki semangat untuk belajar kembali. Kami membantu guru-guru dalam mengembangkan media pembelajaran, adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah. 

Pernah suatu waktu saya sedang memberi ulangan harian pada kelas yang saya pengang, lalu ada orang tua murid yang mau ke sekolah karena tidak bisa melakukan ulangan melalui google form. Saat orang tua itu datang dan membawa Handphone yang dipakai saya jujur merasa malu kepada diri sendiri yang memiliki kecukupan untuk belajar tetapi masih saja mengeluh abcde saat melihat orang tua murid dan anaknya semangat melakukan pembelajaran dengan Handphone seadanya dengan keterbatasan tersebut tidak menjadi menyerah begitu saja. Saat saya membenarkan handphone tersebut, untuk membuka google form saya sudah  uyuhan karena baru browsing dan membuat email saja sudah panas sekali. Tetapi saat handphone sudah benar dan bisa terpakai kembali mereka sangat bahagia dan senang kata orang tua tersebut "Ini de udah bisa dipake belajar lagi, alhamdulillah" itu sangat berharga buat mereka, sedangkan saya yang membupai media yang memadai untuk belajar, tempat yang nyaman tetapi sudah banyak mengeluh saya pikir terlalu banyak melihat ke atas tanpa bersyukur dengan apa yang kita miliki sesekali kita harus melihat ke bawah lalu bersyukur. Pelajaran yang saya ambil setiap harinya merupakan hal-hal kecil yang berharga tapi sudah sering terlupakan.

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa