AES04 keempat

Selalu setiap hari aku menyempatkan diriku untuk berjemur. Aku suka rasa panas yang di berikan oleh matahari, dan membuat diriku bangun dari rasa kantuk. Setelah merasakan rasa berjemur dikota Bandung dan di kampung ku, jujur lebih enak berjemur di rumah nenek ku di kampung. Sambil lihat gunung, sawah, dan pepohonan yang masih cukup rindang, lalu stetching sedikit agar tubuh tidak kaku. Mungkin di sama udaranya juga masih sejuk. Sering kali tiap berjemur aku sambil membaca buku, lalu sampai lupa waktu sampai sejam lebih.

Ada teman ku yang tidak kuat berjemur, panas katanya (ya iyalah judulnya aja berjemur ada mataharinya). Dia bilang hanya kuat kurang dari 15 menit. Disitu aku bingung 15 menit berjemur apa yang dirasakan oleh tubuhnya. Mungkin memang batasnya dia segitu, tapi aku kurang tahu juga. dari kecil memang aku dibiasakan untuk berjemur. Setelah mandi lah, atau sambil sarapan, atau langsung setelah bangun tidur.

Aku juga suka berjemur di sore hari. aku kurang tahu kalau mejeng di genteng di sore hari memanfaatkan matahari sebelum terbenam itu berjemur atau bukan. Sambil merasakan angin sepoi-sepoi dan merasa menjadi main character di kehidupan sendiri. Sering aku mejeng di pagi hari sebelum matahari muncul, menunggu sunrise dan juga mejeng nunggu sunset, cantik sekali langit saat sunrise dan sunset. Warna kuning ke oranye-an di pagi hari, dan warna oranye di sore hari. Yang paling aku gemari di sunset adalah warna oranye yang menembus jendela rumah memenuhi ruangan, kadang pink dan ungu yang bercampur seperti gulali. Kalau pilih, aku memilih saat sunset warna ungu kebiruan yang memenuhi langit.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa