AES039 Makro Kosmos dan Mikro Kosmos

AES039 Makro Kosmos dan Mikro Kosmos

Awal mula alam semesta dipercaya dimulai dari sebuah ledakan besar yang disebut dengan The Big Bang. Sebelumnya yang ada hanya kekosongan. Ledakan besar itu selama milyaran tahun menyebarkan berbagai energi dan materi ke mana-mana membentuk alam semesta yang saat ini kita ketahui terdiri dari miliaran Galaxi. Salah satu di antaranya adalah Milky Way yang terdiri juga dari miliaran bintang salah satunya Matahari. Matahari sebagai pusat tata surya kita, salah satu planetnya adalah planet bumi. 

Lalu dari mana galaksi, bintang, planet terbentuk ya mestinya semua ini terjadi dari ledakan yang terjadi miliaran tahun silam. Sebelum terjadi kehidupan, yang ada hanya komponen2 pembentuk kehidupan. Dalam definisi elemen kimiawi, segala sesuatu dalam bentukan unsur kima tercatat di tabel periodik. Jadi logika sederhananya, manusia dan semua makhluk hidup yang kita liat saat ini terbentuk dari debu-debu bintang semata

Lalu entah apa yang memungkinkan terjadinya kehidupan. Yang pasti kehidupan hanya bisa terjadi saat ada air. Tapi tidak hanya air, ada empat elemen lain yang juga harus ada untuk mewujudkan kehidupan yaitu tanah, udara, dan energi. Dan satu elemen yang paling misterius yang disebut ether atau akasha. Mengenai ini saya tuliskan di esai saya yang berjudul Elemen Pembentuk Kehidupan. Kalau direnungkan betul betapa luar biasanya kehidupan ini. Lebih ajaib lagi bagaimana manusia adalah satu-satunya makhluk hidup yang berkesadaran. Human Being karena manusia sejatinya tahu bagaimana ngajadi (know how to be). Manusia bisa memilih dan tidak sekedar mengikuti nalurinya seperti apa spesies lainnya. 

Rupanya ini yang jadi bahan perenungan manusia sejak jaman dulu kala. Saat berkembangnya peradaban besar di berbagai penjuru bumi. Saya kira, dibangunnya piramida di mesir, Candi Borobudur, Angkor Wat di Kamboja ataupun kuil2 di Yunani maupun Stonehenge di Inggris adalah gambaran upaya peradaban manusia memahami kehidupan dan semesta di sekitarnya. Karena pemahaman di atas tadi bahwa kitapun berasal dari debu-debu bintang, tidak heran juga saat kita mengenal istilah mikro kosmos dan makro kosmos. Ada juga yang bicara tentang self dan Self atau Buana Alit dan Buana Ageng. Saya kira itu semua bermula dari hasil perenungan yang sama.

Saat ini para ilmuwan sedang berusaha menjelajah semesta dengan mengirimkan satelit dan teleskop yang bisa meneropong jauh ke semesta raya, melihat apa yang ada di sana. Menghabiskan entah berapa banyak biaya untuk bisa mengirimkan teknologi canggih itu ke luar angkasa. Menariknya ada pendekatan lain yang bisa ditempuh, yaitu memahami alam semesta dengan melihat ke dalam diri manusia. Ada konsep yang disebut sebagai as above so below. Apa yang ada di atas sana, sama dengan apa yang ada di bawah sini. Untuk melihat semesta raya, kita bisa melihatnya di mikro kosmos ini - di dalam diri manusia. Bagaimana orang-orang India kuno bisa mengetahui apa yang ada di luar angkasa sana jauh sebelum diketemukannya teleskop. 

Di bawah ini saya tempatkan satu video yang bisa membuat kita berpikir bahwa konsep di atas itu bisa jadi benar adanya. Bawa (Khurshed Batliwala) adalah salah satu tokoh yang menarik juga untuk diikuti. Seorang yang belajar sebagai saintis (matematikawan) dan sekarang profesinya mengajar banyak orang untuk melakukan meditasi dan hal-hal semacam itu. Mungkin itu cerita untuk lain kali. Untuk saat ini silakan saksikan video di bawah ini. Salam.  

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa