AES02 Sunscreen

Topik kecantikan ataupun perawatan kulit selalu menjadi topik yang menarik bagi ku. Ada banyak sekali hal yang bisa aku pelajari dari topik ini, rasanya seperti tidak akan ada habisnya. Ditambah lagi banyaknya opini yang berbeda-beda mengenai perawatan kulit. Mulai dari kondisi-kondisi kulit yang perlu diketahui, jenis-jenis produk, tahapan penggunaan, bahan-bahan yang ada dalam sebuah produk, kegunaan, efek samping dan pastinya masih banyak lagi. Salah satu topik yang saat ini sedang banyak dibahas oleh orang-orang adalah sunscreen.

 

Topik sunscreen ini menjadi perbincangan bagi banyak orang karena banyak fungsinya yang dianggap sangat penting untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Dengan penggunaan sunscreen yang baik dapat mencegah terjadinya flek hitam, penuaan dini, hingga kanker kulit. Tapi apakah sudah banyak orang tahu bahwa ada dua jenis sunscreen yaitu physical dan chemical sunscreen? Ada beberapa hal yang membedakan keduanya mulai dari kandungan, tekstur dan cara kerja. 

 

Physical sunscreen atau yang biasa dikenal sebagai sunblock biasanya memiliki tekstur yang lebih kental, cenderung lebih lengket setelah diaplikasikan, dan akan meninggalkan whitecast pada kulit setelah diaplikasikan. Physical sunscreen bekerja dengan menghalau sinar UV yang ada. Physical sunscreen akan langsung aktif untuk melindungi kulit dari sinar UV setelah diaplikasikan. Physical sunscreen juga lebih aman untuk digunakan oleh bayi atau ibu hamil

 

Berbeda dengan physical sunscreen, chemical sunscreen memiliki tekstur yang jauh lebih ringan, dan mudah untuk diserap dengan kulit, kemudian tidak akan meninggalkan whitecast. Cara kerja chemical sunscreen adalah dengan menyerap sinar sebelum sinar akan masuk kedalam kulit dan merusak kulit. Kemudian dalam menggunakan chemical sunscreen dibutuhkan waktu selama 20 hingga 30 menit untuk chemical sunscreen aktif dan kita bisa terpapar sinar matahari, dan chemical sunscreen harus digunakan kembali selama 2 hingga 3 jam sekali. Selain itu chemical sunscreen juga lebih rentan untuk menyumbat pori-pori dan menyebabkan beberapa masalah kulit seperti komedo, jerawat dan iritasi. 

 

Lalu mana yang lebih baik diantara keduanya? 

Sebenarnya tidak ada yang lebih baik karena keduanya sama-sama dapat melindungi kulit, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita hanya perlu menyesuaikan dengan kebutuhan kita masing-masing.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa