AES02 Kedua

Sebenarnya aku tidak begitu suka menulis. Bisa dibilang aku kurang jago mengutarakan emosi, menulis apa yang aku rasakan, menulis apa yang ada di kepalaku. Setiap kali ada kegiatan tulis menulis atau membuat tulisan pendek seperti ini aku pasti diam dulu untuk mengumpulkan energi untuk apa yang akan aku tulis. Lalu yang pastinya aku akan banyak melamun saat mencari kata dan kalmat yang akan aku tulis. Oleh karena itu tentu saja tulisan tangan ku tidak begitu bagus, asal bisa di baca saja.

Aku lebih jago bicara atau mengutarakan apa yang ada di kepalaku langsung dengan berbicara. Walaupun begitu menurutku menulis lebih aman karena bisa memikirkan terlebih dahulu apa yang ingin diutarakan, kosakatanya bisa di perbaiki, dan menurutku bisa lebih tenang saat mengutarakannnya dari pada berbicara. Kalau saat bicara atau mengobrol waktu untuk berpikir lebih sedikit karena percakapan harus terus mengalir dan berlanjut agar tidak canggung, dan kalau berpikir kelamaan akan canggung dan keburu kepotong oleh lawan bicaranya.

Tetapi setelah sering menulis dan mengetik, aku jadi tahu kelebihan dan kekurangannya dalam menulis atau berbicara dan enak digunakan di beberapa hal saja. Seperti mengobrol tentu saja lebih enak kalau bicara langsung dan bertemu dari pada saling kirim pesan, karena emosi saat mengobrol tidak terlihat dan sering kali malah jadi salah paham. Lalu curhat atau mengutarakan perasaan, menurutku lebih enak ditulis ata tertulis, karena lebih terlihat rapi, dan karena bukan untuk diutarakan kebanyak orang seperti membuat diary jadi rasa yang ada di dalam tulisannya bisa dikenang lama. Tetapi setiap orang pasti memiliki pendapat yang berbeda, dan bisa saja kebalikan dari ku.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa