AES01 Tadi pagi

Hari pertama di KPB setelah minggu pengenalan, kegiatan pertama yang dilakukan adalah sharing session. Sebelum berdiskusi dengan teman-teman, aku menulis terlebih dahulu mengenai idolaku agar saat berdiskusi bisa berjalan lancar. Inilah tulisanku.

 

Idolaku

Sharing Session

 

idola/ido·la/ n orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan.

 

Yang terpikirkan pertama olehku saat mendengar idola adalah orang-orang penting yang mengubah banyak hidup orang. Contohnya, seorang penyanyi, seorang atlet olahraga, seorang penulis dan masih banyak lagi. Tetapi bagiku, orang-orang terdekatlah yang menjadi idolaku.

 

Sejak pertama kali aku muncul di dunia ini, ada dua orang yang selalu mendukungku, yang selalu mengurusku dan yang selalu peduli terhadapku. Orangtua. Orangtua setiap orang pasti berbeda-beda, tetapi orangtuaku bisa dibilang idolaku. Karena merekalah orang-orang terdekat dalam hidupku. Mungkin kalau mengidolakan orangtua, hampir semua orang mengidolakannya. Jadi dipikir-pikir lagi, sejak kelas 3 aku ikut pramuka.

 

Dahulu aku menganggap pramuka itu remeh dan tidak ada pelajarannya, hanya untuk senang-senang, tetapi selama berkegiatan, secara tidak sadar aku mendapatkan banyak sekali pelajaran yang tidak didapat di kehidupan sehari-hari. Sampai aku naik tingkat dari siaga ke penggalang (seperti naik kelas dari sd ke smp), aku baru merasakan ada banyak sekali pelajaran yang sangat berguna yang selama ini saya dapatkan. Jadi bisa dibilang, idolaku adalah gudep pramuka ini. Aku sendiri merasa terhormat bisa ikut pramuka ini. Selama di Penggalang, aku mencapai banyak hal yang mungkin tidak bisa didapat jika aku tidak ikut pramuka. Pelajaran yang aku dapatkan bukan hanya pelajaran-pelajaran mengenai teknik kepramukaan tetapi pelajaran yang dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Satu hal yang selalu kuingat dari pramuka adalah “Tidak ada hal yang sempurna, tidak ada manusia yang sempurna, oleh sebab itu berusahalah untuk menjadi lebih baik, bukan menjadi sempurna”.

 

Oleh sebab itu, aku selalu ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, aku selalu memikirkan terlebih dahulu sebelum bertindak. Tetapi hal ini juga cukup menantang, aku ingin menjadi lebih baik tetapi hal buruk yang dilakukan ini sudah menjadi kebiasaan. Jadi sampai saat ini, aku juga terus berusaha untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini. Jadi bisa disimpulkan, idolaku bukan orang penting atau artist, tetapi idolaku adalah hal terdekat dalam hidupku dan hal yang mengajari pelajaran penting  untuk hidupku. 

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa