AES005: Olimpiade

Beberapa lama akhir-akhir ini, aku gemar menonton olimpiade. Ku sering menonton pertandingan badminton dan juga panahan khususnya atlet dari Indonesia. Selain itu, aku juga sering mengikuti dan menonton basket di olimpiade, meskipun tidak ada timnas Indonesia (masih jauh banget) tetapi karena memang aku sendiri suka dan mengikuti banget pergerakan dalam dunia basket. 

Olimpiade sendiri, adalah event olahraga dimana negara-negara berlomba dalam berbagai cabang olahraga, dan dalam kategorisasi olahraga-olahraga tersebut. TIdak semua orang tahu betul olimpiade itu sebenarnya apa, padahal kata tersebut agak familiar untuk didengar. Olimpiade sendiri diadakan setiap 4 tahun, dan pemenang dari masing-masing olahraga (negara maupun peserta) mendapatkan medali, antara emas, perak, maupun perunggu. 

Saat ini, topik olimpiade sedang melonjak dan umum diberitakan secara global, karena memang itulah acara terbesar pada dunia olahraga secara keseluruhan. Tingkat jumlah penonton pun jauh lebih banyak dari sekedar asian games, piala dunia basket, dan lain lain. Penonton indonesia yang jelas, sangat menggemari menonton badminton di olimpiade ini, sudah menjadi budaya saat ini.

Pada olimpiade kali ini, Indonesia telah mendapat 3 medali, 2 perak dan 1 perunggu. Untuk saat ini medali-medali dari Indonesia tersebut diperoleh dari olahraga angkat beban. Pemeroleh medali-medali tersebut antara lain Eko Yuli Irawan, Windy Cantika Aisah, dan 1 lagi saya lupa namanya. Pokoknya, sangat membanggakan bisa mendapat medali terutama pada bidang angkat beban. Untuk kompetisi Badminton, belum diperoleh pemenang medali, tetapi masih ada wakil Indonesia yang berjuang di semifinal.

Pada bidang yang lain, bola basket sangat menarik menurutku. Unggulan terbesar sejak puluhan tahun lalu adalah timnas AS, karena semuanya bermain di NBA (liga profesional tertinggi) dan yang ikut serta umumnya merupakan pemain-pemain bintang. Mereka telah menjuarai medali emas selama 3 tahun olimpiade berturut turut. Sementara timnas lain, sejauh ini kebanyakan memiliki banyak pemain yang tidak main di liga NBA, kalau pun ada pun bukan pemain bintang. Palingan hanya ada 2-3 tim di luar AS yang memiliki pemain bintang di NBA, misalnya Spanyol, Perancis, dan Slovenia (yang masih ikut serta dan belum keeliminasi). Namun, beberapa hari lalu timnas AS kalah olah tim Prancis, padahal secara kekuatan bedanya jauh. Seseorang di timnas perancis berkata, 'They cannot be beaten individually, but can be beaten as a team'. Yang ingin disampaikan menurutku, adalah kerjasama dan chemistry itu sangat penting saat bekerja, mau sehebat apapun kita dan teman-teman kita, tetap bisa dikalahkan meskipun kerjasamanya sudah lumayan, misalnya. Hal lain yang kulihat dari pemain bintang, adalah ego. Pasti kalau bermain di tim besar, gajinya besar, perannya besar sebagai pemain bintang. Sehingga jika disatukan, ego sangat tinggi dari masing-masing pemain. Sehingga, kerjasama pun menjadi lebih lama untuk dibentuk. Apakah akan mengoper ke teman, atau dishoot sendiri? Kalau egois, udah pasti ngeshoot bahkan sesulit apapun.

Tetapi kemarin, timnas AS menang telak atas Iran, 120-64. Iran sendiri bukanlah negara yang jago dalam bidang basket. Timnas AS kalau menang telak gini, di akhir-akhir udah main-main aja mainnya, tidak benar-benar fokus.

Kita lihat saja, beberapa hari ke depan seperti apa gaya mereka bermain dan hasilnya. AKu sendiri sih penasaran. Tetapi aku agak yakin kalau di tahun ini, Slovenia yang menang medali emas, karena seseorang pemain muda yang juga sangat bisa memimpin, bernama Luka Doncic.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa