AES#7 Pesan Semesta di Hari ke 16

Hampir setiap pagi kabar pertama yang ku dengar adalah kabar duka dari masjid. Sehari tak hanya sekali tetapi beberapa kali menyiarkan dengan nama sama maupun berbeda.

Ku dapati kabar tak duka silih berganti di media sosial mengabarkan kehilangan orang-orang tercinta.

Bendera kuning akhir-akhir ini sering ku jumpai daripada bendera merah putih.

Tiga kali aku berkunjung ke toko alat kesehatan, setiap kunjungannya selalu ku dapati orang-orang mengantri mengisi oksigen.

Sering ku dengar curhatan para pedangan yang meratapi dagangan yang tak laku karena jalanan ditutup, sedangkan asap dapur harus mengepul.

Beberapa kali pergi ke apotek ku dapati selalu penuh, beberapa kali juga aku dapati stok masker, kayu putih, oxcycan, oximeter, dan obat-obatan habis.

Jujur, rasanya tak baik-baik saja merasakan dan mendapati semua ini.

Ternyata hal-hal kecil yang sering terabaikan menjadi sesuatu yang sangat berarti saat ini.

Ternyata sejauh atau “seada apanya” (yang sebenarnya tidak ada apa-apanya) manusia akan kembali pada Yang Maha Kuasa

Rasanya mendapati tubuh masih diberi kesempatan menghirup oksigen dengan cuma-cuma adalah sebuah karunia.

Rasanya masih bisa merawat dan melihat orang-orang tercinta sembuh dan sehat adalah sebuah keberkahan.

Seperti 15 hari sebelumnya, pagi ini di hari ke 16 ku dapati kembali berita duka dari masjid. Pikiran bawah sadar ku langsung bertanya “Yaa Rabb… pesan/makna apa yang ingin Engkau sampaikan atas semua peristiwa ini?”

Ku yakin, setiap peristiwa yang terjadi memiliki pesan/makna dibaliknya. Tak ada peristiwa yang terjadi kebetulan dan begitupun tak ada juga yang terjadi sia-sia. Menurut Frankl, ketika seorang memiliki kesadaran bahwa hidupnya memiliki makna walau ia menghadapi kondisi terpuruk sekalipun ia akan bertahan. 

Setiap orang punya pesan/makna masing-masing atas beragam peristiwa yang terjadi 1,5 tahun ini.

 

Mudah-mudahan semua selalu dikuatkan, dilindungi, dan disehatkan jiwa dan raganya. Aamiin

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Amin kak Ika. Kak Ika seperti mengungkapkan apa yg ada di pikiran saya. Memang akhirnya hanya makna yg bisa dicari manusia saat ada sesuatu yg 'direnggut' dari kehidupannya... lainnya hanya Sang Kuasa yg empunya... 

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa