AES #65 Impulsive Buying

Saya duduk di kedai kopi seperti biasa yang menjadi kegiatan di akhir pekan. Kali ini saya dapat tempat duduk jauh lebih ke dalam sehingga saya bisa ikut memperhatikan pastry chef yang sedang berkreasi dengan kue-kue, roti dan pastry. Menyaksikan kegiatan semacam ini memang asyik sekali. Saya jadi ingat bahwa dulu mendiang Ibu mertua senang "ngegossipi" saya. Ini kata Nina, ibu mertua sering bilang dalam bahasa Belanda ke Nina jika sedang membeli nasi goreng yang lewat depan rumah. "Tuh lihat, si Jo pasti berdiri dekat si emang memperhatikan dia masak sampai selesai!" Hahaha

Suatu kali saya membeli martabak dan meminta ke si penjual untuk diperbolehkan mengerjakan kulit martabak membanting-banting adonan untuk membuat kulitnya hingga tipis, Sayangnya si emang tidak memperbolehkan dengan alasan, "Jangan Pak, nanti tangannya penuh minyak!" Ya memang adonan untuk martabak direndam dengan minyak agar tetap liat dan ketika dibentuk dan tidak mudah sobek. Saya kecewa walau akhirnya terobati karena martabak telurnya enak sekali hahaha... Ini akan masuk ke dalam Bucket list saya bikin kulit martabak! Orang aneh ya? hahahaha

Nah pagi ini saya memperhatikan dapur pastry. Asyik sekali apalagi ketika saya membayangkan jika suatu waktu diberi kesempatan memiliki peralatan dapur yang lengkap. Kemarin saya seharian sibuk di dapur milik seorang sahabat, dapurnya keren dan sedikit membuat saya iri. Ya, bucket list yang ke dua adalah dapur yang lengkap, bahkan kalau bisa saya mau punya stone oven di halaman belakang dengan sebuah grill dan kalau bisa ada tiki bar! hmmm... Membayangkan jika saya bisa mengundang teman-teman hampir setiap weekend untuk dijadikan korban eksperimen makanan, bakal menjadi kegiatan seru di masa pensiun nanti hahaha.. Ini cuma mimpi! Halaman belakang saya di Pasir Impun tidak cukup besar untuk itu semua, dan musuh di Indonesia, tikus, akan punya tempat sembunyi yang nyaman kalau saya punya peralatan masak di halaman belakang! Tikus sudah sempat menghancurkan kompor dan oven milik saya yang secara khusus saya pesan dari suplier yang tidak ada di toko! Grrrr...

Saya tidak tertarik pergi ke mall dan sight seeing dari etalase ke etalase melihat-lihat pakaian dan sepatu, misalnya, tapi kalau saya pergi ke toko yang menjual segala macam peralatan masak, saya akan seperti anak kecil yang masuk toko Lego! Dada saya berdebar-debar seperti orang jatuh cinta, lupa tempat berpijak dan saya merasa berada di dunia sendiri! No other place is better than that! saya akan melototi pisau berlama-lama atau pernak-pernik alat dapur! Nah kalau urusan ini, belanja impulsif akan jadi ancaman karena saya lupa diri. Bulan lalu karena iseng waktu duduk melamun di kendai kopi ini, tanpa sadar saya memesan Leather Chef Knife roll bag, tidak tanggung-tanggung dari Ukraina! Membayangkan saya punya tas kulit untuk koleksi pisau dapur saya membuat lupa diri, tanpa sadar tiba-tiba ada notifikasi di HP saya yang bilang, "transaction has been made online on your credit card!" Saya memang set up di HP untuk memberi notifikasi jika saya belanja dengan kartu kredit melebihi angka nominal tertentu. Barang itu akan tiba beberapa minggu lagi, karena custom made dengan nama saya terukir di sana heheheh, jadi butuh waktu total sekitar 2 bulan! tapi jujur, saya sangat excited!

Untungnya, saya paling parah jika harus menghapal angka. Jangankan nomor kartu kredit yang ada 16 plus 3 angka security code, nomor telepon sendiri saja saya tidak hapal! Saya punya folder khusus tersembunyi di suatu tempat yang isinya semua nomor pin, nomor password, dan lain-lain. Tanpa itu saya mati kutu! Nah untuk menghindari belanja impulsif yang tidak penting salah satu trik saya adalah taruh kartu-kartu itu di rumah. Bawa 1 kartu yang limitnya paling rendah atau yang sudah hampir max out jadi walaupun tergoda, saya tidak bisa apa-apa! Oh ya, sudah hampir 5 tahun saya tidak menggunakan cash. Kalaupun ada cuma receh "duwit lanang" untuk hal-hal tidak penting! Hahahah***

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Pak Jo iri melihat dapur dan peralatan masak orang. Saya iri melihat Pak Jo jago masak. Skill saya cuma sampai taraf merebus air dan Indomie. Wkwkwk. 

    Tapi serius lho, culinary art itu keren banget dan unik. Ada satu aspek yang membuatnya sangat berbeda dengan cabang2 seni lainnya...ahh, ndak akan saya terusinlah...mending buat bahan esai saya besok. 😁

    Btw, Pak Jo nyimpen passwords & PINs di folder (folder fisik opo digital?), kok ndak pake password manager aja? Rekomendasi saya: 1Password. Saya udah pake 1Password 10 tahunan mungkin...puas banget. 

    • Saya engga bilang jago loh, cuma saya memang senang masak. Hahaha. Saya tunggu tulisan tetang kuliner nya! Password dan PIN saya simpan di folder digital. Kebanyakan Password sama sih, tap[i di tempat kerja setiap tahun harus update ganti password jadi memang akhirnya beda-beda, seperti di tempat kerja saya sudah ganti 5x hahahaha

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa