AES #6 menyelesaikan tulisan lalu: ngobrol

Pada suatu hari yang sudah berlalu (wkwk lupa lagi kapan) aku ikut kegiatan komunitas Sant'Egidio, sebuah komunitas Gereja Katolik yang bergerak di bidang sosial. Hari itu adalah kali keempat aku mengikuti kegiatan dengan komunitas ini. Biasanya, kami hanya mengantarkan makanan kepada beberapa tempat tinggal sahabat jalanan (disebutnya, orang-orang marginal)

Tadi aku mengobrol dengan beberapa teman-teman anggota komunitas, namanya XX, XY & YX, ya ada lah wkwk. Kami mengobroli tentang macam-macam, salah satunya adalah tentang perjalanan hidup. Temanku ini sekarang berumur sekitar 27 tahun. Ia menyampaikan beberapa cerita serta juga saran mengenai pengalamannya tentang hidup.

Dari obrolan tersebut, aku berusaha tetap open-minded dan tidak menyanggah pemikiran-pemikiran yang ia berikan yang menurutku tidak harus seperti itu, berbeda, atau bisa di-alter lagi agar jadi lebih baik dan sesuai. Selain itu aku juga sambil berupaya untuk mengembangkan percakapan dengan pemikiranku juga. Aku juga mencoba memberikan saran bagi permasalahan yang ia ceritakan.

Menarik juga, melihat dan merasakan perbedaan pemikiran, cara melihat situasi, dan ways to do things orang lain yang background-nya benar-benar berbeda dan tentunya range umurnya juga berbeda (aku: 7 tahun yang ketiga; YX: 7 tahun yang keempat). Hal itu jadi membawa aku ke kesimpulan bahwa cara orang memandang (observe) dan beraksi (reacting based on what he/she observed before) tidak ada yang benar atau salah, hanya aksi dan reaksi dari apa yang dialami sebelumnya. (MUNGKIN, hehe)

~oke sekian thank you

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa