AES#04 Habits (kebiasaan) : Bagaimana Pikiran Manusia Bekerja

Esai ke empat saya masih tentang habits (kebiasaan). Kita tahu bagaimana sulitnya membangun kebiasaan, salah satu contohnya adalah menulis – dalam kaitannya dengan Atomic Essay Smipa.

Sejak beberapa tahun yang lalu, pernah kita coba Bersama apa yang kita sebut namakan lingkar blogger. Dulu asumsinya, apabila blogging ini kita lakukan bersama-sama, motivasi antar kita akan mendorong kita lebih produktif menulis. Sepertinya hal ini betul – karena secara kolektif, ada rasa kebersamaan yang mendorong kita satu sama lain untuk menulis.

Kenapa Lingkar Blogger Smipa tidak berhasil, sepertinya kita lupa – atau tepatnya belum memahami apa yang terjadi di level individu. Bagaimana proses membangun habit di dalam diri seseorang – di dalam diri kita. 

Sejak sekitar setahun yang lalu, sejak saya mulai mendalami waktu hening (meditasi) saya jadi sangat tertarik memahami bagaimana pikiran manusia bekerja. Ternyata ini hal penting yang luput kita cermati. Sejak mengikuti pemikiran2 Sadhguru, Dalai Lama, juga Dandapani sekitar setahun yang lalu, saat ini saya sedang sangat mengikuti beberapa tokoh seperti Dr. Joe Dispenza, Dr. Bruce Lipton, Gregg Braden dll. Bisa dibilang tokoh-tokoh ini mewakili alam pemikiran Timur dan Barat.

Video yang saya tempatkan di atas ini (durasi 4:42), kalau kita pahami dengan baik, menjelaskan dengan sangat sederhana bagaimana pikiran dan emosi bekerja dikaitkan bagaimana manusia mengubah kebiasaan dan perilakunya. Kalau kita memahami hal ini, kita akan tahu bagaimana caranya mengubah kebiasaan dan perilaku kita.

Ada kutipan (quote) yang saya yakini betul : If you want something to change, you have to change something… Jadi kita tidak bisa hanya mengharapkan terjadinya perubahan tanpa berupaya mengubah sesuatu. Kalimat penting dari video di atas ini : “…You begin to become conscious of your unconscious actions or habits or behaviours to modify them…” Singkatnya, kesadaran adalah kunci dalam melakukan sebuah perubahan dalam diri kita.

Sampai jumpa di esai berikutnya.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa