AES#33 Desa Semi Palar II

AES#33 Desa Semi Palar II

Salah satu penyebab peradaban umat manusia bisa di-scaling menjadi sebesar (dan sekompleks) ini adalah karena adanya “mekanisme delegasi”. Sebagian besar aspek kehidupan kita sudah kita serahkan kepada orang lain. Contohnya: obat. Ketika kita sakit, kita pergi ke dokter. Lalu dokter memberi kita obat. Kita percaya dan meminum obat itu tanpa tahu apa saja komposisinya. Kalaupun tahu, kita tidak mengerti bagaimana proses kimia yang terjadi di dalam tubuh kita setelah mengonsumsi obat tersebut dan bagaimana cara zat-zat itu menyembuhkan penyakit kita. Demikian pula dengan makanan yang kita konsumsi. Kita tak tahu asal-usul makanan kita. Dsb.

Ada yang bilang hanya nol koma nol nol sekian persen manusia yang memahami bagaimana sistem finansial bekerja. Tak heran berkali-kali kita jadi korbannya. Krisis moneter 1998. Krisis subprime mortgage 2008.

Peradaban kita jadi besar dan mendominasi bumi, tapi mekanisme delegasi itu telah membuat kita kehilangan kontrol terhadap kehidupan kita masing-masing. Seorang manusia menjadi produsen atas sebuah produk atau jasa. Dan menjadi konsumen bagi semua hal di luar yang dia produksi.

Di zaman dahulu kala, nenek moyang kita menyediakan semua aspek kehidupan mereka secara mandiri. Mereka memiliki kontrol penuh terhadap hidup mereka. Batasannya cuma rintangan alam. Sekarang batasannya macam-macam. Human error. Ketamakan orang lain. Dsb.

Tapi semua itu kan demi progres, katanya. Progres apa? Untuk siapa? Amerika dibangun oleh budak-budak kulit hitam yang didatangkan dari Afrika. Apakah hanya karena seorang kulit hitam akhirnya bisa jadi presiden di negara itu (progres) maka penyiksaan di masa lalu terhadap kaumnya dianggap sebagai pengorbanan yang pantas mereka berikan?

Sekarang mayoritas manusia adalah pekerja (budak modern) di berbagai industri dengan gaji pas-pasan. Progres apa di masa depan yang sedang kita usahakan sekarang ini? Apakah kita yakin semua ini demi masa depan cicit-cicit kita yang nantinya bakal hidup dalam peradaban gemah ripah loh jinawi, adil tenteram sejahtera? Bagaimana kalau nanti jadinya malah seperti di film Elysium? Setelah teknologi AI, machine learning, dan robotika sempurna, kelompok satu persen itu naik ke angkasa meninggalkan cicit-cicit kita.

Semangat Indie Rumah Belajar Semi Palar akan kita terapkan di Desa Smipa. Kita akan berusaha untuk mampu mandiri dalam pemenuhan kebutuhan warga sehari-hari. Untuk kebutuhan pangan, kita bercocok tanam dan beternak.

Karena kita tidak pula hendak kembali ke cara hidup primitif, maka kita cari sweet spot-nya. Mana-mana yang akan kita upayakan sendiri dan mana yang masih tetap didatangkan dari luar. Kita perlu berkompromi. Kita bikin bisnis yang dapat menghasilkan uang.

Sekarang kan era creator economy. Kita bisa membuat konten tentang kegiatan di desa kita. Atau konten tentang filosofi kehidupan holistik Smipa. Lalu kita monetisasi konten itu. Kenapa monetization? Lha, untuk membeli barang atau jasa dari luar sana kan perlu money. Itu aturan main mereka. Karena kita akan bertransaksi dengan dunia luar, kita ikut mainkan saja permainan itu. Tapi kalau tidak ingin monetisasi konten, banyak lagi kok yang bisa kita bikin selain itu.

Sekian mimpi saya hari ini. Sebagai penutup, saya ingin share video tentang tiga komunitas mandiri berikut:

"I prefer dangerous freedom over peaceful slavery."Thomas Jefferson

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • ini Pak Ahkam,,, anak-anak kelas 4 SD membuat rancangan sampai maket rumah ramah lingkungan setelah sebelumnya membuat maket Pembangkit Listrik tenaga micro hydro... keren-keren... mungkin bisa dijadikan inspirasi untuk membuat desa Smipa... hahahha... 

     

    • Aduh, maaf banget, Kak Fifin. Saya baru tahu Kak Fifin ada komen di sini. Benar juga kata Kak Fifin, harusnya ada notifikasi di Ririungan ini ya. 

      Betul, Kak, luar biasa rancangan rumah-rumah ramah lingkungan dari teman-teman kecil kita ini. 🤩

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa