Negative thinking dan Overthinking.  Mungkin kata ini sering sekali kita dengar, apalagi di kalangan anak muda. Rasanya ada banyak sekali hal negatif yang muncul dalam pikiran kita sebelum melakukan sesuatu atau memutuskan sesuatu. 

Aku sendiri juga dulu sering merasakan hal itu, setelah melakukan suatu kesalahan, aku terus memikirkannya dan merasa bersalah. Padahal hal itu ga bisa kita ubah, yang sudah terjadi ya udah aja. 

…….

Pagi hari ini, di kelas kita mendiskusi hal itu. Sebagai salah satu rutin baru, kami akan berdiskusi setiap hari Jumat, diskusi dengan topik yang berbeda-beda tentunya.  Topik hari ini mengenai negative thinking dan overthinking, yang dilemparkan oleh Karmel. Kami berdiskusi sekitar 45 menit dan berjalan cukup seru. 

Menurut sudut pandangku sendiri, overthinking itu ga perlu sih, memang susah untuk menghilangkannya, aku pun memakan waktu yang cukup panjang sampai akhirnya bisa mengurangi kebiasaanku overthinking dan negative thinking 

Hal ini berangkat dari pengalamanku. Aku dulu sering overthinking setelah melakukan sesuatu, apalagi yang merupakan sebuah kesalahan. Aku selalu memikirkan apa ya kata orang setelah tadi aku ngelakuin hal itu? Apa ya yang akan terjadi selanjutnya abis tadi aku melakukan itu? Dan lain sebagainya yang akhirnya menghambatku mencapai banyak hal. Aku yang dulu takut banget berbicara setelah sempat salah berbicara di sebuah acara, akhirnya mengurungkan niat untuk berbicara lagi didepan banyak orang karena takut akan tanggapan orang lain. Padahal? Ga ada yang inget aku pernah melakukan itu.  Dan ternyata ada banyak orang yang memberiku ruang untuk kembali mencoba dan belajar lagi


Aku juga sering negative thinking tentang banyak hal dulu, tapi apa, tidak ada manfaatnya sama sekali. Yang ada aku jadi mudah kecewa, mudah sakit dan emosi jadi tidak terkontrol. Lagi pula negative thinking dan overthinking yang ada di otak kita, seringkali merupakan hal yang diluar kendali. 

Misalnya kita mau presentasi, pasti kita overthinking mengenai panelisnya, aduh siapa ya yang bakal menilai? siapa ya yang akan nonton presentasiku. Mereka suka ga ya sama presentasiku? Kalau ga suka gimana nih? 

Nah sadarkah kita bahwa hal itu diluar kendali kita, kita ga bisa mengendalikan seseorang untuk datang ke presentasi kita, harus suka dengan presentasi kita dan lain sebagainya. Yang bisa kita kontrol hanyalah kemampuan kita menyampaikan materi presentasi, menjaga postur atau membuat PPT yang menarik untuk dilihat. 

Memang tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan overthinking dan negative thinking, tapi percayalah setelah berhasil, sedikit demi sedikit kamu akan menemukan banyak pintu terbuka untuk kami mencoba dan bereksplorasi...

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa