AES#27 Mengenal Diri

AES#27 Mengenal Diri

Kegiatan kelas hari ini cukup berkesan untukku. Hari ini, kita merefleksikan diri,dari aspek jasmani, nalar, karakter dan kreativitas. Menurutku, kegiatan ini sangat pas dilakukan saat ini, sebelum sekolah dan kebetulan untuk waktunya cocok dengan kegiatan luar sekolahku. Aku jadi tahu lebih jelas apa saja kekurangan dan kelebihanku, dari perspektif orang lain terutama lingkungan sekolah.

Awalnya kita merefleksikan sendiri-sendiri, melihat dari rapot dan menyusunya dalam sebuah tabel untuk mendeskripsikan dan menentukan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk lebih mengembangkan diri. Kami juga sempat mengisi menti meter untuk melihat pandangan teman pada diri. Lucu tapi seneng juga karena jadi tahu apa yang orang lain lihat tentang diriku dan ada beberapa obrolan yang diluar ekspektasiku.

Refleksi dan diskusi merupakan 2 cara yang menurutku sangat penting dalam hal pengembangan diri. Merefleksikan apa yang kita lakukan, kelebihan dan kekurangan dan lain sebagainya. Serta berdiskusi untuk membuka sudut pandang dan mencari saran dari pihak luar. Memang diperlukan keterbukaan dan kerendahan hati untuk bisa menerima, namun seringkali saran2 dan ide itulah yang lebih membantu dan memotivasi dalam mengembangkan diri kita.

Kemarin aku sempat berdiskusi dengan seseorang mengenai kuliah. Pembicaraan tiba-tiba yang akhirnya memberikanku motivasi. Awalnya aku bertanya pengalamannya semasa kuliah, karena sebentar lagi aku akan menghadapi tahapan 'kuliah'. Kuliah bukan berarti mengenyam pendidikan di universitas namun maksudku masa setelah SMA. Ia juga kebetulan sudah mau lulus. Ia menceritakan bahwa kuliah itu mudah, tugas bisa dicicil, banyak waktu kosong dan lain sebagainya. Disini aku juga memberikan pendapatku, bahwa aku belum tentu mengambil kuliah.

Awalnya dia bingung dan mempertanyakan hal itu, apa yang mau diambil dan lain sebagainya, pokoknya kita berdiskusi dan berdebat banyak hal mengenai kuliah. Sampai suatu saat aku bertanya "sebenernya apa sih yang kamu cari dari kuliah? relasi?" dan dia langsung membantah hal itu. "yang pertama dicari mah ya gelar lah". jujur sebelumnya aku belum pernah berdiskusi cukup panjang dengan seseorang yang berkuliah, dan ini adalah diskusi pertamaku yang cukup intens mengenai kuliah.

Melihat kondisi sekarang aku kembali bertanya untuk apa gelar? sekarang banyak perusahaan yang PHK-in karyawannya, yakin setelah kuliah dapat kerja. Dia langsung menjawab dengan yakin karena memiliki gelar. Aku tidak bisa membantah kata-katanya, karena itu adalah mindsetnya, tidak mungkin mengubah mindset seseorang yang sudah tertanam 5 tahun lebih dalam satu diskusi singkat.

Satu kalimat yang akhirnya memotivasiku untuk lebih semangat lagi mengejar mimpiku hanya satu, kalimat yang menjatuhkan sih sebenarnya. "lu ga mau kuliah, orang kuliah aja yang udah dipermudah banyak yang ga sukses, apalagi lu yg ga kuliah, gimana mau sukses?"

 

 

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa