AES#25 Cerita Musik

AES#25 Cerita Musik

Obrolan saya dengan Kak Andy biasanya seputar topik-topik serius. Tentang peradaban, ekonomi, politik, pendidikan. Tapi berkat Atomic Essay Smipa, saya jadi tahu musik kegemaran Kak Andy. Ternyata ada beberapa band dan musisi yang sama-sama kami sukai.

Saya ingin berbagi cerita tentang dua di antaranya.

Level 42

Perkenalan pertama saya dengan Level 42 adalah ketika saya masih di SMA. Saya sedang main ke kota Padang, lalu singgah di rumah teman. Dia punya kaset kompilasi yang salah satu isinya lagu Guaranteed. Pada masa itu, kita biasa memesan kaset kompilasi ke toko-toko kaset di Padang. Mereka akan merekamkan (membajakkan, tepatnya) daftar lagu pilihan kita ke kaset C-60 atau C-90. Saya langsung suka Level 42. Tak lama berselang, saya membeli album kumpulan karya terbaik mereka: Level Best.

9081737893?profile=RESIZE_400xAlbum itu sangat membekas dalam memori saya karena kerap saya setel kalau sedang belajar matematika. (Artinya, hampir setiap hari. Sewaktu SMA saya memang tergila-gila dengan matematika.) Entah kenapa, tapi ketika itu musik Level 42 yang paling cocok buat bermatematika ria. Ketika Level 42 manggung di Jakarta di awal tahun 90-an, saya hanya bisa membaca beritanya di majalah Hai dan menonton cuplikan konsernya di TVRI.

Saya merasa surprised setelah tahu bahwa Kak Andy menyimpan keinginan belajar bass. Instrumen yang paling tidak saya pahami. Kalau gitar, serumit apa pun sebuah solo, saya bisa mengikuti alur berpikir seorang gitaris. Meskipun saya tak sanggup memainkan bagian yang sulit itu, tapi pilihan-pilihan nadanya dapat saya mengerti. Begitu juga dengan teknik manipulasi bunyinya. Mengapa pada bagian tertentu dia memilih palm muted, lalu di bagian yang lain pinch harmonics. Tapi kalau bass, saya hanya bisa tercengang. Pilihan nada, tebal-tipisnya bunyi, semuanya misteri. Pemain bass seolah punya melodi sendiri di luar lagu sembari tetap menjaga ritme. Semoga suatu hari Kak Andy mewujudkan niatnya. Bakalan cool abis deh.

Norah Jones

Saya sudah di Bandung tatkala album debut Norah Jones Come Away with Me meledak di pasaran. Album fenomenal yang memenangkan lima Grammy Awards. Musik Norah Jones adalah gado-gado yang lezat. Persilangan Jazz, Pop, Country, dan Blues. Kadang rada nge-Rock juga. Sewaktu masih di SMP dan SMA, saya akan mencari informasi tentang musisi atau band yang saya sukai sedetail-detailnya. Norah hadir di fase ketika saya bukan remaja lagi. Makanya saya baru sadar bahwa Norah adalah putri virtuoso sitar Ravi Shankar saat dia berduet dengan saudari tirinya, Anoushka Shankar. Pantesan keren. Ternyata darah sang maestro, guru George Harrison itu, mengalir dalam dirinya.

"Jazz is democracy in music."Wynton Marsalis

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Ikutan ah takut ditinggalin, saya juga penggemar Level 42, Bob James, Lee ritenour, David Benoit, Earl Klugh, Al Jerreau, dll  Bahkan Saya punya CD yang ditanda tangani Earl Klugh dan David Benoit. Sempat ngobrol beberapa detik hahahaha

    • Wah, mantaap Pak Jo...ternyata banyak kesamaan minat wargi Smipa.

      Saya suka sekali dengan lagu Linus and Lucy versi David Benoit. David Benoit pernah bikin album duet bareng Russ Freeman, gitaris The Rippingtons. Lagu Reunion di album The Benoit/Freeman Project itu keren pisan.

      Beruntung banget Pak Jo dapetin tanda tangan Earl Klugh dan David Benoit dan bisa ngobrol dengan mereka. 🤩👍

    • Saya punya CD Russ-Freeman. Saya juga punya beberapa album Rippingtons hahaha... Kayanya suatu waktu nanti perlu ngumpul dengan kak Andy ngopi sambil menikmati musik hahaha... Oh Ya, saya dapat autograph nya Earl Klugh dan Danid Benoit di Bandung loh.. Earl Klugh pernah Main di Hotel Papandayan, Kalau David Benoit kalo engga salah di Bumi Sangkuriang. Juga Eric Marienthal pernah main di sana. 

    • Siap, Pak Jo. Ditunggu banget. Kita nanti ngumpul bareng Kak Andy, ngopi2 dan makan jengkol sambil menikmati musik. 😍 

    • Wah iya.. Jengkol sumatra.. (lupa namanya) hahaha

  • Ahaha... nuhuun... lewat ruang ini kita ketemu satu ruang koneksi lagi Ahkam Nasution 

    Luar biasa ya... sempat kita berbincang tentang media sosial... dipikir2 Ririungan ini jangan2 media sosial yang sebenernya... Sementara di luar sana adanya adalah media anti sosial... :)

    Terima kasih atas youtubenya... luar biasa ya kolaborasi musiknya... Saya juga baru tau Norah Jones itu putrinya Ravi Shankar, pantesan warna musiknya sangat khas... Keren... Nuhuun. 

    And yes... LEVEL BEST... definitely... 

    • Betul, Kak Andy...hehehe, kita ketemu di satu ruang lagi di sini.

      Iya, Kak. Ririungan ini "media sosial" yang beneran, ya. Cocok banget untuk komunitas kita.

      Sami-sami, Kak Andy.... 🙏🙏🙏

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa