AES#22 Progres Musik

AES#22 Progres Musik

Esai Rico hari ini, Bohemian Rhapsody, membuat saya tergelitik untuk membandingkan musik dari waktu ke waktu. Topik sensitif, memang. Urusan selera. Hahaha. Anak-anak muda bisa marah kalau selera musik mereka kita usik.

Tapi kita tidak akan berdebat tentang mana musik yang bagus mana yang tidak. Saya hanya ingin berbicara tentang satu parameter saja: kompleksitas. Makin ke sini, musik sepertinya makin simple.

Di masa kejayaan musik Rock di tahun 70-an dan 80-an, lagu-lagunya sangat kompleks secara komposisi dan harmoni. Skill para musisinya juga luar biasa. Kemunculan era grunge di tahun 90-an adalah akhir dari solo gitar yang mendominasi musik Rock.

Jangankan Rock, bahkan dalam musik Pop juga demikian. Pada video Rick Beato di bawah ini, dia menganalisis keunikan lagu-lagu Sting. Betapa kaya harmoninya. Chord progression serupa itu sudah tidak kita temui lagi pada musik Pop sekarang.

Ada yang bilang kalau alien datang ke bumi lalu diperdengarkan musik dari berbagai zaman secara acak, mereka akan terbalik mengurutkannya berdasarkan waktu. Musik Rap yang populer hari ini akan mereka pandang sebagai musik primitif. Setelah Rap barulah musik Rock, kemudian Jazz di tahun 40-an hingga 60-an. Simfoni klasik dari abad pertengahan akan mereka yakini sebagai musik yang mutakhir.

 

"Where words fail, music speaks."— H.C. Andersen

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Mantaap. Sepakat...nantikan posting saya tentang musik... 😎🤘

    • Asyiiiik. Ayo Kak, kita nulis tentang musik.🤟😎

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa