AES#2 PPKM - Peluang Pribadi Kelola Motif

Selamat pagi, salam hangat.
Semoga teman-teman dalam keadaan baik-baik saja.

Sekali lagi saya kembali menanyakan, apa kabar teman-teman?
2nd Wave of COVID-19 ini nyata terbukti melumpuhkan mayoritas kondisi masyarakat. Baik dari aspek raga dan jiwa, berita duka dan kehilangan, hinggga ke isi dompet. Apapun itu tantangan yang dialami, saya sangat berharap, teman-teman baik-baik saja.

Walaupun ada beberapa sektor yang "melemah" karena pandemi, alhamdulillah saya pribadi tetap berkegiatan menjalani sektor yang tidak begitu terganggu kondisi diluar. Sambil berjalan, intensitas waktu saya untuk berkegiatan diluar memang berkurang karena selain menjaga diri, juga demi menjaga keluarga dan kerabat dekat.

This pandemic and all of their regulations we must "obey" to, menjadi tema yang hangat diperbincangkan di sekitar. Saya akui bahwa kecenderungannya memang ke arah buah pikir yang berakhir negatif dan bermuara keluhan yang terucap. Saya melihat perspektif lain, bahwa ini adalah waktu dimana saya diingatkan bahwa saya memiliki waktu. Waktu ini memberikan saya peluang untuk kembali merenungkan hari. Action yang sudah saya lakukan, Plan yang sudah saya rancang, dan segala bentuk prosesnya yang saya tempuh. Waktu ini berharga, menjadi reminder bagi saya untuk me-re-arrange segalanya, termasuk niat dan motif. Waktu ini memberikan saya nafas lebih untuk kembali ke hal yang mendasar, terlebih mengingatkan saya pribadi ke soal "apa yang sudah saya berikan terhadap lingkungan sekitar".

Saya menemukan ini penting, setidaknya bagi saya, untuk mengumpulkan kembali energi positif untuk saya simpan dan curahkan nanti ketika tiba kesempatannya. Untuk kembali menetralisir isi hati dan menjernihkan isi kepala, mengasah empati dan simpati karena "harus" ikut memikirkan kondisi keluarga, kawan, dan masyarakat pada umumnya yang begitu terdampak kondisi (perih rasanya ketika tidak bisa banyak membantu). Banyak hal yang saya tidak bisa "buang muka" dan menganggap kekalutan ini tidak terjadi. Waktu ini sangat penting bagi saya memulihkan diri, lalu memperkuat diri, sebelum pada akhirnya bisa memperkuat orang lain.

"The measure of intelligence is the ability to change"
- Albert Einstein

Saya berharap teman-teman tetap bisa menjaga semangat. Tetap menjaga momentum yang terasa bergejolak di dalam diri untuk take action dan berandil dalam kebaikan. Jangan khawatir, jangan bersedih, la tahzan, kita akan disanggupkan pada waktunya. Tentunya diiringi semangat untuk beradaptasi. Pada dasarnya, kita (manusia) ada dan bertahan hingga detik ini karena terus beradaptasi.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Budi Hermawan Nuhun Aco untuk esai keduanya... senang membaca lagi tulisannya setelah kosong 2 bulan lalu. Semoga bisa lebih banyak mendengar kisah2 dari pengalaman atau pemikiran Aco. Hayu berbagi tulisan tentang kopi atuh - supaya semakin beragam topiknya. 

    Sepakat sama tulisannya, kita harus tetap bergerak dan beradaptasi dengan segala situasi yang ada. Sepakat juga bahwa pandemi ini terus mengingatkan kita untuk banyak merenung ya... mencari hikmah dari segala situasi yang ada. Tetap Semangat! 

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa