AES#2 Manusia dan Keinginan

AES#2 Manusia dan Keinginan

Sebagai manusia, wajar bila memiliki keinginan. Berkaitan dengan tulisanku yang sebelumnya AES#1 Keinginan,bahwa manusia pasti memiliki banyak keinginan, tapi, apakah keinginan itu untuk kebahagiaan diri sendiri? Atau hanya untuk mendapat apresiasi? Atau hanya memenuhi keinginan orang lain?

Sedikit berbeda dari tulisan kemarin, pada tulisan kali ini, aku ingin membahas mengenai cara memenuhi keinginan tersebut, karena masih banyak manusia yang menghalalkan berbagai cara, untuk mendapatkan hal yang diinginkan.

Tidak salah menurutku, kalau kita mencoba berbagai macam cara untuk mencapai keinginan kita. Tapi disisi lain, kita juga harus siap menerima, apabila kita mendapat penolakan. Jangan sampai karena semua usaha kita, kita jadi tidak bisa menerima penolakan dan berakhir pada keterpurukan.

Berguru dengan pengalamanku sendiri, aku juga pernah mengusahakan segala hal untuk mencapai keinginanku, pastinya dengan cara yang halal yaa hihihi.. Karena sudah mengusahakan segala cara, tentunya aku sangat berharap ada berita baik datang. Ya ibaratnya, kalau kita udah bayar mahal, pasti mengharapkan pelayanan yang baik kan..

Namun ternyata yang datang bukan berita baik, tapi berita yang sebetulnya tidak ingin aku dengar. Aku mendapat email, bahwa aku ditolak oleh suatu komunitas, padahal aku ingin sekali bergabung di komunitas itu, dan aku sudah mengusahakan banyak hal, seperti membuat CV yang baik, dan melakukan interview dengan maksimal.

Tapi ternyata Tuhan berkata lain, dan ya aku ga bisa terus terpuruk memikirkan kenapa ya aku ga keterima? Apa sih yang salah dari CV ku? Dan lain sebagainya. Hal itupun sudah diluar kendaliku, proses seleksi dan penilaian lainnya bukan dalam kendaliku, jadi untuk apa aku memikirkan hal yang ga akan bisa aku ubah?

Lebih baik aku fokus dengan hal yang bisa aku kontrol, seperti memperbaiki kemampuan public speakingku, agar nanti saat ada presentasi atau interview, aku bisa melakukannya dengan lebih baik, atau menambah pengalamanku berorganisasi dengan lebih maksimal di komunitas yang sekarang sudah aku ikuti.

Dari sini, aku belajar, bahwa tidak semua keinginan manusia akan diberikan saat itu juga, karena pasti saat kita tidak mendapatkan hal yang diinginkan, Tuhan sedang membukakan pintu yang lain. Pintu yang lebih cocok untuk jalan kita kedepan.

Selain itu, aku juga belajar, lebih baik kita fokus memperbaiki hal dalam kontrol kita daripada fokus memikirkan hal yang ada diluar kendali kita.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa