AES#12 Hening itu Penting

AES#12 Hening itu Penting

Hmm, tulisan ini masih nyambung dengan tulisan saya sebelumnya (AES#11 Menulis Untuk Siapa (dan Untuk Apa)? Dalam tulisan itu saya menggambarkan bagaimana menulis adalah sarana untuk mengambil jarak dari segala kesemrawutan pemikiran kita. Tulisan ini juga akan bercabang ke dua esai yang berbeda. Yang pertama tentang pentingnya hening bagi kita semua manusia modern yang seakan tidak pernah punya waktu untuk berhenti… Orang yang punya banyak kesibukan ibarat orang yang sukses (businessman, julukannya). Banyak bisnis, banyak kesibukan… Pertanyaan lanjutnya, adalah apakah kesibukan adalah tujuan utama hidup manusia?

Cabang yang kedua terkait sesuatu yang saat ini jadi ruang virtual kehidupan kita: apa yang disebut-sebut sebagai Media Sosial. Diskusi pagi ini di Escape bersama Rico dan Ahkam, sempat mengulas tentang ini, bagaimana media sosial yang jadi bagian dari kesibukan manusia dan sangat membanjiri pikiran manusia dengan segala sesuatu (yang belum tentu berguna) sangat membuat pikiran kita keruh dan tambah semrawut. 

Lalu apa inti dari tulisan ini? Intinya sederhana, semakin gaduh, semakin hiruk-pikuk hidup kita, hening menjadi semakin penting… Kenapa penting, karena di dalam ruang keheningan itulah kita bisa berjumpa dengan diri kita yang terdalam… di sisi terdalam hidup kita. Walaupun tampak sederhana, sejauh saya menelusuri topik ini, memang semakin lama semakin membukakan tanda tanya2 baru. Sisi dalam hidup manusia memang sisi yang jarang sekali ditelaah manusia modern. Kita dididik untuk banyak melihat sisi luar hidup manusia. Jadi tulisan ini sekedar jadi pengantar dari tulisan-tulisan lain yang mengupas mengenai hal ini.Tulisan ini juga terkait dengan apa yang saya tuliskan di posting sebelum ini - yang bertajuk Happiness Inside (Atomic Essay #09). Mudah2an saya bisa.

Sebagai pemicu, saya titipkan video keren bertajuk The Stillness Is You, yang narasinya dibawakan oleh Deepak Chopra. Sedikit tips saat menonton video ini, gunakan earphone, saya anjurkan menggunakan laptop dan klik tombol fullscreen supaya filem luar biasa ini bisa dicerap sebanyak-banyaknya oleh kita... 

|
|

The Stillness is You

Relax your body...
Observe your breath as it goes in and out...
Now move your awareness into the area of your heart...
Allow your ego to move out of the way...
And you will get in touch with your spirit...

Be grateful...

You my friend are not your thoughts...
You are the thinker of the thoughts...
The thoughts come from you...
So where are you?
You are in the stillness, the silence between your thoughts...
That stillness, that stillness is you...

And that you is the window to the infinite mind...
The mistery we call God is whispering to you in the silent space between your thoughts...
It is for this reason that the great wisdom traditions say, be still and know that I’m God...

Between every inbreath and every outbreath, is the stillness...
Between every thought that arises and every thought that subsides is the stillness...

Watch the stillness between your breath, between your thought.
Just observe, and then watch the one who is watching and as you listen to me now,
turn your attention to the one who’s listening

You have found the secret to that part of you that transcend space and time.
You have found the secret to that part of you that is immortal.
That part of you that fire cannot burn, water cannot wet,
wind cannot dry, weapons cannot shatter.

That part of you which is beyond fear,
that part of you that is without beginning without ending,
that part of you which is the divine in you.
You have found the secret to that part of you
that will continue to evolve as the universe evolves.

Now relax into your body and remember,
anytime the stress and the worries overwhelm you,
comeback into the sacred space of your heart.
You are the stillness, you are the silence between your thoughts.
Return to your stillness, that stillness, that silence is you…

|
|
|

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • reposted to jamroom

     

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa