AES#10 Gunung Papandayan

AES#10 Gunung Papandayan

Gunung ini sepertinya punya memori terkocak dari semua pendakian yang pernah kualami, mungkin sekitar tahun 2014 bulan april kami melakukan pendakian ke papandayan. Lagi-lagi kami berangkat untuk memperingati hari kartini tahun itu, memang memperingati hari-hari besar seperti sebuah cara untuk kami mengadakan acara pendakian hahaha biar proposalnya lolos ke kampus dan dapat sedikit tambahan biaya.

Papandayan ini relative berbeda dengan gunung tropis yang ada di jawa pada umumnya, vegetasinya lebih terbuka dan treknya tidak terlalu terjal. Kesulitan menaiki gunung ini cocok untuk pendaki pemula yang belum pernah naik gunung sama sekali. Makanya saat itu kami berani mengambil resiko untuk mendaki dengan regu wanita saja, tidak ada laki-laki sama sekali. Jadi yang biasanya alat kelompok dibawa para lelaki, di gunung ini kami harus packing dan membawanya sendiri, seperti tenda, flysheet, alat masak dan lain sebagainya.

Perjalanan ini adalah pendakian tersantai yang pernah aku alami, karna semua pendakinya wanita jadi kami mendaki dengan cara kami layaknya sebagian besar wanita, jalan sebentar lalu istirahat, jalan sebentar lalu ngegosip, jalan sebentar lalu foto-foto, sesantai itu namun justru ternyata menyenangkan mendaki dengan cara kami. Karna biasanya saat mendaki kita selalu berpacu dengan waktu, karna kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi beberapa menit kemudian, mungkin hujan, mungkin badai tapi untungnya saat itu cuaca cerah sekali sehingga kami bisa menikmati perjalanan santai yang menyenangkan.

Kita memutuskan untuk bermalam di tegal alun, saat itu banyak sekali pendaki disana, sudah seperti alun-alun ditengan kota. Kita sampai mungkin sekitar jam 2 siang saat itu, setelah berkeliling melihat lihat kavling hahahaha, akhirnya kita memutuskan untuk membuka tenda di sebuah tempat yang menurut kami letaknya sangat strategis. Lalu kami buka tenda dan masak sambil berbincang-bincang, haha hihi ala wanita.

Hari semakin gelap, sekitar jam 7 malam hujan mulai turun di tegal alun dan satu jam kemudian tenda kita dikelilingi oleh genangan air, kebodohan pertama yang kami temukan di pendakian ini adalah bahwa kita buka tenda di jalur air hahaha, pantas saja tidak ada orang yang buka tenda disini ternyata itu jalur air. Maklum di pendakian-pendakian sebelumnya biasanya bukan kita yang menentukan tempat, karna biasanya kita berbagi tugas antara masak dan bangun tenda. Kita tau teori bahwa tidak bisa sembarangan buka tenda, tapi  prakteknya nihil sehingga terjadilah kejadian bodoh ini.

Hari berikutnya kita jalan ke hutan mati dan padang edelweiss, setelah mengambil beberapa foto dan menikmatinya kami turun untuk packing persiapan pulang, dan terjadi lagi kebodohan kami. Tenda yang tadinya masuk ke carrier pada saat packing lagi jadi tidak cukup wkwkwk. Saat berangkat bukan kami yang packing, tapi para lelaki  yang khawatir dengan kebarangkatan kami sehingga mereka menyiapkan segalanya untuk kami. Akhirnya sambil menertawakan kebodohan kami, tenda pun bisa masuk ke dalam carrier, namun bentuk carriernya menjadi tidak indah lagi kalo kata temenku seperti packing nasi padang hahahaha. Kita tiba di basecamp mungkin sekitar jam 4 sore dan akhirnya kita bisa pulang dengan selamat sampai kampus kembali.

Menyenangkan sekali sungguh perjalanan ini, kami menyadari bahwa bergagi peran saat pendakian itu penting namun akan lebih baik bila perannya berganti agar semua bisa merasakan setiap peran yang ada. Tapi yang lebih penting adalah menikmati perjalanannya, walaupun banyak sekali menemukan kebodohan tapi jangan dijadikan bahan perdebatan, kita tertawakan saja kebodohan kita. 

 

karna sebenarnya kebahagian itu sangat dekat dengan kita, hanya kitanya saja yang terkadang tidak bisa membuka mata

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa