AES#10 Dari Pendidikan Holistik ke Kehidupan Holistik

Merayakan esai ke 10, saya ingin menulis tentang topik ini: dari Pendidikan Holistik ke Kehidupan Holistik. Kenapa ini jadi penting, berkaca pada apa yang disampaikan oleh John Dewey dalam dua kalimat pendek di atas ini…

Intinya, Pendidikan yang sejati semestinya tidak berjarak dengan Kehidupan si pembelajar.

Setelah sekian belas tahun berproses dan memahami bahwa segala sesuatu itu serba terkoneksi, pada saatnya kita berhadapan pada kenyataan bahwa apa yang disampaikan melalui pembelajaran di Semi Palar pada umumnya masih berada dalam ranah teori. Sejauh-jauhnya proses pembelajaran yang diterapkan di KPB sekalipun masih dalam tataran icip-icip, merasakan. Walaupun melalui proses ini, kita yakini bahwa kita bisa merasakan langsung, mengalami berbagai bentuk koneksi yang ada lewat proses pembelajaran holistik tadi.

Jadi ya itu tadi, masih icip-icip. Disadari atau tidak, Semi Palar sudah banyak mengupayakan hal-hal yang walaupun masih sederhana, jadi bentuk-bentuk implementasi kehidupan holistik, mulai dari Fasipisa, Kantin Smipa, Pasar Ramadhan, gerakan Mulai Dari yang Kecil dll.

Sayangnya hal2 tersebut terkendala situasi pandemi. Memang banyak hal yang hilang dari proses dan dinamika pembelajaran holistik sejak kita semua beraktivitas jarak jauh. Koneksi yang sangat penting dan hadir sehari2 terputus seketika. Walaupun demikian ini realita yang ada. Dan penting bagi kita untuk menemukan kembali bentuk-bentuk dinamika baru. Koneksi antar kita pada hakikatnya tidak mungkin hilang – hanya saja perlu disadari sepenuhnya dan ditemukan bentuk-bentuknya yang baru.

Esai pendek ini jadi pengantar untuk perbincangan (diskursus) yang diharapkan berkembang lebih jauh mengenai koperasi. Koperasi – sejauh kita pahami adalah implementasi sistem ekonomi yang lebih holistik daripada sistem ekonomi yang selama ini kita kenal. Dalam salah satu esainya, Ahkam juga menyoroti tentang sistem ekonomi kapitalistik yang tidak pernah bisa berpijak di sisi kepentingan orang banyak. Namanya juga kapitalisme, isme yang bertumpu pada kepentingan modal / pemilik modal. Sebaliknya, koperasi adalah tentang kerja sama (ko-operasi), sebuah sistem ekonomi yang berpijak pada kerja sama, untuk kepentingan bersama, berdasarkan kepemilikan bersama. Kalau gagasan ini dipandang baik, tentunya koperasi bisa jadi langkah besar Semi Palar untuk mengoneksikan Pendidikan Holistik ke Kehidupan Holistik. Langkah awalnya bisa kita mulai melalui platform e-commerce : warungsmipa.id – yang akan segera kita luncurkan untuk jadi wadah interaksi kita warga smipa – termasuk juga para alumni dan relasi dekat keluarga besar Semi Palar.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Salam Smipa.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • reposted to Jamroom 2508

     

  • Semoga semua yang kita upayakan di Semi Palar pelan-pelan dapat kita wujudkan bersama, Kak Andy. 🙏😊

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa