AES#1 Keinginan

AES#1 Keinginan

Setiap orang, pasti memiliki keinginan. Entah keinginan untuk masa depan atau keinginan untuk kebahagiaan sesaat.

Dari pengalamanku sendiri, masih banyak orang yang tergiur memenuhi keinginan untuk kebahagiaan sesaat, atau hanya untuk mendapatkan apresiasi dari orang lain. Contohnya pun sangat dekat dengan kehidupanku, dengan kondisi dan umurku saat ini.

Banyak orang yang mulai bertanya “kamu mau kuliah kemana?” “udah tau mau ambil jurusan apa?” Tentunya pertanyaan itu sudah tidak asing lagi, bagiku maupun bagi anak seumuranku, yang sebentar lagi duduk di bangku kuliah.

Awalnya setiap ditanya, aku hanya menunjukkan 1 jawaban, geleng-geleng kepala atau hanya menjawab “gak tau”, karena jujur bingung mau jawab apa, apalagi dengan stigma di Indonesia, selesai SMA harus kuliah, kalau ga kuliah mau jadi apa nanti?

Banyak teman-temanku diluar sana yang kuliah, tapi hanya karena paksaan orang tua, hanya karena ‘kewajiban’ bukan karena keinginan sendiri.

Menurutku lebih penting berani untuk melangkah sendiri, daripada melakukan sesuatu hanya untuk memenuhi keinginan orang tua atau kerabat sesaat. Karena selama hidup kita kedepan, harus diri kita yang menentukan, bertanggung jawab akan kebahagiaan dan petualangan hidup kita sendiri. Bahkan masih banyak orang yang melakukan sesuatu, hanya untuk mendapatkan apresiasi, dan pengakuan dari orang lain, aku kuliah di universitas X.

Lalu apa? Apakah mereka mau menanggung semua masalah yang mungkin kita alami? Membantu kita untuk langkah selanjutnya? Pastinya tidak, karena kebahagiaan ada ditangan kita sendiri.

Memang senang rasanya dibanggakan orang lain, tapi apakah itu akan membuat diri kita bahagia? Apakah hal itu akan bermanfaat bagi dirimu dan lingkungan saat kamu turun ke realita nanti?

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Hei Tasha... tulisan pertamamu keren sekali!!

    Kak Fifin setuju dengan pendapat Tasha dalam tulisan ini, bahwa jadi manusia yang bahagia itu adalah ketika dia jujur pada dirinya sendiri untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri, itulah manusia yang merdeka.

    Semoga apapun yang menjadi harapan Tasha dapat diwujudkan ya... Anggap saja hambatan sebagai proses Tasha untuk bertumbuh dan berkembang, untuk menjadi lebih kuat dan tidak goyah. (^.^)

    Selamat ya untuk tulisan pertamanya... 

  • Selamat untuk atomic essay pertamanya, Tasha

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa