AES#09 Mendalami diri

Hari ini kita sama-sama belajar hal baru bersama kakak-kakak smipa, memahami insan manusia, mendalami human being agar kita sebagai manusia itu sendiri tidak sekedar tahu bahwa kita manusia namun memahami dan menghayati insan manusia itu sendiri.

Sebenarnya kami kakak-kakak baru sudah lebih dulu berdiskusi ini dengan kak andy di sesi pembekalan kami tiap minggu, untungnya saat itu masih bisa pertemuan tatap muka sehingga bisa berdiskusi lebih dalam soal human being dan manfaat waktu hening. Dan hari ini seperti menggenapi apa yang sudah kami diskusikan hari itu, terlebih kita sebagai kakak baru akan memasuki proses yang sebenarnya di semi palar.

Banyak sekali pembelajaran dan point penting yang aku ambil dari bahasan ini, namun ada satu yang sangat mempengaruhi hidupku saat itu terutama setelah berdiskusi dengan kak andy dan kakak-kakak baru di sesi pembekalan, yakni tentang keyakinan kita pada diri, percaya bahwa sisi dalam kita lebih kuat dari yang kita bayangkan.

Kebetulan saat itu aku sedang dihadapkan dengan beberapa kebimbangan untuk mengambil keputusan, banyak sekali keraguan saat itu dari mulai aku mempertanyakan kapasitas diriku sendiri sampai kapasitas orang-orang disekitarku, sedari dulu aku selalu percaya manusia harus bertumbuh dan berkembang harus selalu berjalan, dan untuk naik ke level lebih tinggi kita tentu harus mendapatkan masalah yang lebih rumit dari pada sebelumnya. Hal itulah yang menjadi pertanyaanku bisakah aku melewati masalah itu? mampukah diriku? Apa aku bisa sekuat itu bila dihadapkan dengan masalah seperti itu?

Dan memang semesta selalu punya cara untuk menjawab pertanyaanku, ditengah kebimbangan itu kak andy memberikan pembekalan tentang waktu hening yang membuat pikiran saya terbuka dan memiliki pemahaman baru bahwa semuanya akan kembali padamu, siapapun orang yang ada di sampingmu, apapun masalah yang sedang menimpa dirimu jawabannya ada pada dirimu sendiri. Tidak perlu mengharapkan orang lain berperilaku lebih baik atau memilih lingkungan yang baik untukmu karna itu semua tergantung pada dirimu sendiri, bagaimana penerimanmu terhadap situasi itu, bagaimana caramu memahami orang itu semuanya tergantung dirimu. Dengan begitu kita tidak perlu mengharapkan atau berekspektasi pada dunia luar dan orang lain, karna yang perlu kita pahami terlebih dulu adalah diri, yang perlu kita kontrol adalah diri kita.

Bila digambarkan dalam sebuah situasi bencana saat semua orang berusaha menyelamatkan diri jangan berharap orang lain menyelamatkanmu, kamu harus berusaha semampumu. Kalut dan panik tidak akan membantu tenang dan pengetahuanlah yang akan membantu dirimu. 

Bersikap baiklah pada orang lain tapi jangan mengharapkan dia bersikap baik atau bahkan membalas kebaikanmu.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Waaah. Like banget nih tulisannya kak Gina.

    Terima kasih sudah berbagi di sini... 

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa