AES 064 RASIONAL

Penuh dengan alasan dan perbandingan tidak membutuhkan pergerakan dan tidak lanjutan. Cukup di tataran dan tuturan, tidak sampai titiran. Rasionalitas itu. Kalau sampai gerak mungkin itu udah level logika. Membandingkan dua atau tiga atau empat atau lima sampai banyak hal, intinya hanya soal selera atau tidak. Kalau soal mampu atau tidak itu ruang logika kayaknya.

Kalau selera, semua rasionalitas dan rasionalisasi disusun dengan sangat rasional untuk mendukung dan mengiyakan. Udah. Gerakannya itu beda ruang lagi. Kalau tidak selera, semua rasionalitas dan rasionalisasi disusun dengan sangat rasional untuk mendukung dan menidakkan. Tindak lanjut itu beda ruang lagi. Sebenarnya tidak pernah ada alasan yang tidak masuk akal, yang ada akalnya kesempitan tidak muat memasukan alasan baru.

Mungkin seperti itulah berhadapan dengan remaja, karena memang mereka sangat rasional. Disadari atau tidak, semua responnya adalah rasionalisasi dua dunia. Yang dirinya dan bukan dirinya. Yang disukai dan tidak disukai. Dirinya termasuk dengan komunitasnya, kawanannya, bahkan gerombolannya. Yang disukai atau tidak pun hanyalah reaksi cepat kebiasaan, karena memang belum waktunya untuk bertolak lebih dalam. Ini area lain lagi, ini area logika kayaknya.

Biasa indikatornya adalah menolak semua yang diberikan atau diajukan kepadanya. Dan, menolak mengajukan dan memberikan dari dirinya juga. Semacam, gak mau gak mau gak mau! Maunya apa? Gak tau. Pokoknya gak mau. Yaudah, sudahi saja sampai di sini. Gak mau. Jadi, kita tuntaskannya gimana? Gak tau. Nah, emosi gak tuh. Bukan hanya lingkungan koq yang emosi dengan sikap ini. Yang bersikap begini pun sebenarnya emosi dengan dirinya sendiri.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa