AES 06 Kapan Jadi Beda?...

“Bila kau tak bisa jadi yang terbaik, jadilah yang berbeda”. Kutipan yang tidak asing, namun menjadi tuas kehidupan bagi sebagian orang.

Menjadi yang terbaik. Ya, setiap orang berusaha sekuat tenaga demi mewujudkan itu. Lalu terlintas dalam pikiran, apakah indikator untuk menjadi yang terbaik itu?... Seseorang yang terbaik ialah dia yang memiliki kriteria-kriteria superior yang disetujui oleh mayoritas. Seringkali kita melihat bahwa menjadi yang terbaik diidentikkan dengan menjadi yang nomor satu. Padahal tak semestinya begitu. Dia nomor satu di bidang atletik, belum tentu dia nomor satu dalam seni. Lalu ada yang menyanggah, “menjadi yang terbaik, tidak harus menjadi nomor satu di segala bidang. Karena manusia bukanlah makhluk sempurna.” Jika menjadi yang terbaik tidak bisa digeneralisasikan dan hanya terkotak pada bidang-bidang tertentu, maka tidak sepantasnya seseorang merasa kecewa jika ia belum bisa menjadi yang terbaik dalam suatu hal.

Seharusnya ia berusaha menjadi yang terbaik dalam bidang lain yang mungkin lebih sesuai dengan dirinya. Tidak sepantasnya dia melabeli dirinya sendiri sebagai orang tak berbakat, atau bahkan lebih parah lagi orang tak berguna. Demikian pula dengan orang lain. Orang yang hanya mengetahui dari apa yang bisa terlihat dan terdengar, tidak sepantasnya melabeli seseorang hanya karena dia belum berhasil dalam suatu bidang.
Lalu, bagaimana jika di segala bidang ia tak dapat menjadi yang terbaik?.. Jawabannya adalah: menjadi yang berbeda.
Kemudian terbesit, apa indikator untuk menjadi yang berbeda itu?... Seseorang yang berbeda adalah ia yang memiliki kriteria-kriteria superior orang minoritas. Menjadi berbeda diidentikkan dengan mereka yang tidak sejalan dengan nilai yang dijalani orang mayoritas. Ada pribadi yang merasa sedih ketika mengetahui dirinya berbeda. Namun disisi lain, ada pribadi yang sedang berjuang untuk membedakan diri. Lalu, terlintas pemikiran. Bukankah pada hakikatnya manusia diciptakan dalam keadaan yang berbeda-beda?... Lalu harus sebeda apalagi?...

Pada dasarnya, menjadi yang terbaik dan menjadi berbeda semata-mata adalah karena ingin terlihat. Manusia adalah makhluk yang menginginkan perhatian. Dengan menjadi yang terbaik dan atau menjadi berbeda, mata akan otomatis berfokus pada orang tersebut. Lalu bagaimana jika gelar menjadi yang terbaik dan menjadi yang berbeda tidak berada dalam suatu pribadi?

Sejak dulu kita selalu diajarkan untuk menjadi yang terbaik, yang lebih unggul, harus yang nilai 100 atau A baru dikatakan dia anak pintar. Masuk kelas unggulan dan sekolah negeri terbaik itu paling hebat. Apalagi masuk ke perguruan tinggi yang favorit. Sudah jadi gengsi dan gaya yang luar biasa rasanya. Tapi entah kenapa setelah saya banyak belajar di rumah belajar ini. Saya tahu, bahwa jangan mengkotak-kotakkan sesuatu, jangan melihat hasil tapi lihatlah prosesnya, dan setiap manusia itu berbeda sekalipun mereka kembar. Disini di Rumah Belajar Semi Palar, saya tahu bahwa setiap individu dapat menemukan kepingan dan menemukan bintangnya sendiri. Jadi, jangan selalu ingin paling bagus, jadilah yang paling beda dengan orang lain.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Sepakat! Kak Tesa. "Dan cara menjadi berbeda ialah sesederhana menjadi diri sendiri" - lupa dapat dari mana 😁

  • Yaay, sepakat bener... Karena perbedaan - keberagaman adalah fitrah segala ciptaan di alam semesta ini... Keren tulisannya kak Tesa. Nah sepertinya ini nyambung dengan tulisan saya yang ini nih... Berdiri di antara 7 Milyar Manusia. Mantaap! 

    AES046 Berdiri di antara 7 Milyar Manusia
    Sore tadi kami menuntaskan kegiatan yang terakhir di TP16 ini, pelepasan teman-teman KPB K-12. Seperti halnya kelompok Sisik Naga dan Saffron, pelepa…
    • Bener pisan Ka Andy.

      Iya nyambung dengan tulisannya Ka Andy ya.

      Nuhun pisan buat Ka Andy dan Semipa. Yang banyak merubah pemikiran Ka Tesa. Sehingga Ka Tesa banyak belajar 🙂

  • Terima kasih juga Ka Ika.

    Yu semangat yu jadi yang paling beda 😊

  • Terima kasih kak Tesa atas tulisannya mengenaaa syekaliiii 🙏🙏🙏

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa