AES 053 Mula1nya

Apa yang membawa diri ke jalur pendidikan? Tidak pernah ada keinginan untuk masuk jalur ini. Memang, tidak pernah ada keinginan untuk masuk jalur lain juga. Seperti mengalir saja lah, nanti gimana ya gimana nanti. Karena ada rasa bahwa, yang perlu terketahui akan diketahui tepat waktu. Terbukti memang, semua proses perjalanan yang mengalir ini terlalui dengan pas. Tidak lebih tidak kurang, lolos saja. Sampai satu titik, merasa kosong. Padahal, dari mengikuti aliran kehidupan banyak sekali masukan penglihatan pengertian pemahaman. Seperti semakin mengetahui malahan semakin sadar kalau diri ini tidak mengerti apa-apa. Melihat jejak, mengerti tapak. Melihat tapak, mengerti tungkai. Melihat tungkai, mengerti badan. Melihat badan, mengerti yang bukan badan. Dan yang bukan badan ini tidak kelihatan.

Sempat mencoba keluar jalur saja, tidak berbuat apa-apa. Tidak mengalir tidak diam juga, hanya meminimalisasi usaha dan keterlibatan. Memenuhi kebutuhan dasar, tidak perlu yang tidak perlu. Yah, semacam sok jadi pertapa. Semuanya diminimalkan sampai kepada fungsi dasar saja. Setahun saja bertahan. Realita memanggil lagi, katanya bahkan untuk menjadi minimal perlu simpanan energi maksimal. Karena udara dan idealisme tidak bisa dikunyah telan dan mengenyangkan, katanya lagi. Keluar dari goa atau kandang, akhirnya diri dihadapkan pada pilihan. Bahkan tidak memilih pun pilihan yang berkonsekuensi logis. Tidak bisa tidak memilih. Maka, memlih jalur yang selama ini paling dihindari. Yang selama ini dirasa paling merepotkan, paling enggan untuk dimasuki. Jalur, humanitarian(-isme?). Lumayan pas, di tahun di mana bencana sedang marak-maraknya, empat tahunan berhubungan erat dengan dunia pengurangan risiko bencana dalam jalur humanitarian(-isme?).

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Nah ini menarik nih tulisannya kak Leo yg ini. Ditunggu sambungannya kak. 🙏

     

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa