AES#021 WU WEI

Yang dikatakan, yang belum selesai di pemikiran. Yang dilakukan, yang belum selesai di pemahaman.

Tenanglah, tiada yang peduli. Terdengar tak tersimak, mendengar tak menyimak. Semuanya sibuk berkata, karena perlu mengatakan. Bukan karena ada yang perlu dikatakan.

Bahkan berkata pun suatu tindakan. Bagaimana menyelesaikan dan bagaimana mengetahui keperluan, ini bukan pertanyaan. Pernyataan ada di dalam bayangan, kesadaran selalu datang belakangan.

Memindahkan kesadaran ke depan itu semacam menuliskannya hingga tuntas dahulu, barulah menyerah kemudian.

Seperti ketika datang dengan gagasan, disambut kemalasan bergerak. Datang dengan gerakan, disambut dengan penolakan dan saran untuk ikuti kebiasaan. Datang dengan kebiasaan, dibiarkan hingga di akhir dipaksa menelan keseharusnyaan.

Mengalir bukan menghindari, apalagi menangkis. Malahan mengalir adalah menerima segalanya, dari cipratan sampai ketenggelaman. Wu wei, lepaskan, biarkan. Untuk apa berusaha menyelamatkan diri dari tenggelam, bukankah tenggelam itu jalan keselamatan. Kematian itu, membebaskan kan.

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa