AES#02 Perfeksionisme

AES#02 Perfeksionisme

 

Masih terkait habit, satu problem yang juga sering jadi penghalang berkarya adalah perfeksionisme. Jika ditelusuri akar masalahnya, barangkali ada beberapa. Salah satunya, rasa khawatir tentang penilaian orang atas karya kita yang menurut kita masih jauh dari sempurna. Tidak bisa dimungkiri, memang ada budaya sinis dan suka mengejek di masyarakat.

Untuk itu, ada dua hal yang dapat kita perhatikan. Terutama bagi anak-anak kita yang sedang bertumbuh. Pertama, perlu disadari bahwa orang yang menghasilkan karya jumlahnya sangat kecil secara persentase populasi. Mayoritas manusia hanya mengonsumsi karya orang lain. Maka itu, anak yang berani berkarya adalah anak yang hebat. Kedua, anak sebaiknya membagikan karya di komunitas yang berbudaya sehat dan protektif, seperti di Semi Palar ini. Nanti setelah mental mereka kuat, baru dibagikan ke khalayak luas.

Namun ada pula yang bukan karena takut terhadap penilaian atau cemoohan. Murni karena keinginan membuat karya yang sempurna.

Dalam buku Art & Fear, dikisahkan seorang guru kerajinan tembikar membagi kelasnya ke dalam dua kelompok: X dan Y. Sang guru mengatakan bahwa kelompok X dinilai hanya berdasarkan kuantitas karya yang mereka hasilkan. Makin banyak, makin tinggi nilainya. Sedangkan kelompok Y akan dinilai berdasarkan kualitas. Makin bagus, makin tinggi nilainya. Setiap anggota kelompok Y diminta hanya membuat satu buah karya terbaik yang bisa mereka hasilkan selama masa kursus berlangsung. Setelah kursus berakhir, sang guru menemukan bahwa karya-karya terbaik tidak satu pun berasal dari kelompok Y. Semuanya dari kelompok X.

Quantity leads to quality.

 

“If I waited for perfection... I would never write a word.” ― Margaret Atwood

 

E-mail me when people leave their comments –

You need to be a member of Ririungan Semi Palar to add comments!

Join Ririungan Semi Palar

Comments

  • Ahkam Nasution sepertinya kita mulai bisa menambahkan tagar sesuai topik yang kita tuliskan. 

    Untuk posting topik semacam ini saya pasang tagar #habitbuilding

    • Oh iya benar, Kak. Supaya teregistrasi dengan rapi topik habit ini ya.

  • iyaaaa banget pak ahkam... dulu sy berfikir begitu bgt, terlalu mempedulikan penilaian orang... jadinya sempet mandek,,,

    semoga skg udh ga gitu lg... hehehe... 

  • Mantap nih... yg kedua ya. Berkejaran dengan Leo Amurist.

    Fifin Agustini S mudah2an ikut termotivasi. 

  • Udah dua, Kak Andy. Ayo, Rico. 🙂

This reply was deleted.

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa