All Posts (810)

Sort by

AES04 - Kehidupanku Sekarang.

Sudah cukup lama saya tidak menulis dalam forum ini, karena saya sedang dalam Program Kampus Mengajar yang mengharuskan saya pindah ke sisi lain Kota Bandung yang jauh dari rumah. Setelah sebulan saya ditempatkan pada salah satu sekolah negeri di daerah Gedebage, kehidupan saya mengalami perubahan cukup signifikan. Jauh dari rumah untuk pertama kali membuat saya menjadi lebih mandiri dari sebelumnya. Daerah yang cukup nyaman jauh dari hirup pikuk perkotaan, jauh dengan kendaraan umum, jauh dari mini market, ojek online tidak diperbolehkan masuk, lalu tukang ojek pangkalan yang membuat ada membuat saya berfikir "wahhh beda sekali dengan rumah". Beradaptasi dengan lingkungan baru yang asing memerlukan waktu yang cukup lama, karena berita dari mulut ke mulut menyebar sangat cepat yang membuat kami canggung.

Sekolah negeri ini sangat terkendala saat adanya pembelajaran PJJ, karena masyarakat di daerah sini merupakan kalangan menengah kebawah jadi tidak semuanya memiliki Handphone atau kuota. Peran kami sebagai mahasiswa untuk mendampingi masyarakat dan sekolah untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang efektif. Sangat berbeda jauh dengan pembelajaran di kota, tetapi guru dan siswa disini memiliki semangat untuk belajar kembali. Kami membantu guru-guru dalam mengembangkan media pembelajaran, adaptasi teknologi, dan administrasi sekolah. 

Pernah suatu waktu saya sedang memberi ulangan harian pada kelas yang saya pengang, lalu ada orang tua murid yang mau ke sekolah karena tidak bisa melakukan ulangan melalui google form. Saat orang tua itu datang dan membawa Handphone yang dipakai saya jujur merasa malu kepada diri sendiri yang memiliki kecukupan untuk belajar tetapi masih saja mengeluh abcde saat melihat orang tua murid dan anaknya semangat melakukan pembelajaran dengan Handphone seadanya dengan keterbatasan tersebut tidak menjadi menyerah begitu saja. Saat saya membenarkan handphone tersebut, untuk membuka google form saya sudah  uyuhan karena baru browsing dan membuat email saja sudah panas sekali. Tetapi saat handphone sudah benar dan bisa terpakai kembali mereka sangat bahagia dan senang kata orang tua tersebut "Ini de udah bisa dipake belajar lagi, alhamdulillah" itu sangat berharga buat mereka, sedangkan saya yang membupai media yang memadai untuk belajar, tempat yang nyaman tetapi sudah banyak mengeluh saya pikir terlalu banyak melihat ke atas tanpa bersyukur dengan apa yang kita miliki sesekali kita harus melihat ke bawah lalu bersyukur. Pelajaran yang saya ambil setiap harinya merupakan hal-hal kecil yang berharga tapi sudah sering terlupakan.

 

Read more…

AES09 - Jangan Ingat Bahagia

Hukum kedua Newton itu tentang kelembaman yaitu benda cenderung mempertahankan posisinya. Kalau dia diam, dia cenderung terus diam. Kalau dia bergerak dengan kecepataan X, dia lebih cenderung bertahan dengan kecepatan itu. Untuk bisa memperlambat atau mempercepat gerak kita butuh gaya eksternal. Uniknya, gaya eksternal yang paling alami muncul lebih sering memperlambat gerak. Coba saja dorong benda, secara alami dia akan berhenti. Agar terus bergerak perlu terus ada gaya dari luar.

Rasa-rasanya, manusia juga begitu ya. Sebagaimanapun kita bergerak entah membangun kebiasaan baru atau mencoba mencapai titik tertentu, seringkali hal-hal eksternal itu terasa lebih banyak menghambat daripada mendukung. Dalam mencapai kebahagiaan juga mungkin demikian. Seringkali kita melihat quotes-quotes dari luar dan itu membuat kita merasa termotivasi. Tapi quotes ini biasanya seiring dengan waktu akan kehilangan daya magisnya. Quotes itu seringkali merupakan intisari dari kedalaman berpikir dan pengalaman si penulisnya. Nah di situ masalahnya, itu lahir dari si penulis, orang lain, bukan kita.

Lalu bagaimana sih caranya biar kita tetap maju? Sebenarnya tidak ada yang namanya maju atau mundur tanpa konteks arah pandang dan titik mula. Bagi tukang korupsi, pertambahan pundi rupiah di rekeningnya itu kemajuan, meski dengan jalan yang membuat dia mundur secara moral. Tidak tahu juga sih baiknya bagaimana.

Kalau menilik sistem alam semesta ini, yang paling bertahan lama itu biasanya yang berada dalam keadaan equilibrium. Tata surya kita itu bisa dibilang equilibrium. Semua setimbang, bergerak dengan mempertimbangkan dirinya dan sekitarnya. Bumi, mars, dan yang lainnya bergerak dengan konstan dan nyaman karena tetap “saling memperhitungkan” pengaruh sekitarnya. Mereka semua pasif menerima kodrat sebagai benda yang digerakkan oleh suatu gaya yang berhubungan erat dengan sekitarnya.

Lalu apa hubungannya dengan manusia dan gerak kemajuan? Saya tidak tahu. Dari semua kebijaksanaan yang sering manusia hasilkan, biasanya menemukan analogi alaminya di semesta raya ini. Mungkin saja di balik equilibrium yang ada di tata surya kita, tersimpan sebuah kebijaksanaan yang menunggu untuk dikuak. Kebijaksanaan yang bisa menginspirasi kita menemukan makna "gerak maju" yang lebih sahih dan fundamental.

Lalu apa hubungan judul dengan tulisan ini? Tidak tahu juga haha. Tadi ketika mau menulis ini saya teringat orang-orang banyak yang berkata “jangan lupa bahagia”. Saya sering bertanya seberapa efektif sih kata-kata itu. Apakah itu membuat orang jadi, “Oh iya, baiklah, saya harus bahagia” atau malah “haduuuh, udah mah saya lagi sedih, sekarang disuruh-suruh pulak untuk bahagia”. Kata-kata itu seperti mengganggu seseorang yang sedang ada dalam equilibriumnya. Karena sedih itu bagian dari hidup yang seimbang bukan? Kalau kita coba ganggu dengan kata kata “jangan lupa bahagia”, dia jadi ga seimbang lagi. Eh..eh.. Begitu bukan ya cara berpikirnya? Haha entahlah. Tulisan ini lebih baik saya akhiri disini, sudah terlalu banyak ketidaktahuan yang saya bagikan.

Read more…

AES71 Advice for Beginners

Nobody tells people who are beginners, is that all of us who do creative work, we get into it because we have good taste.

But there’s a gap.

For the first couple of years what you’re making isn’t so good, it’s trying to be good, it has the ambition to be good, but it’s not quite that good.

But your taste, the thing that got you into the game, is still killer.

And your taste is good enough that you can tell what you’re making is kind of a disappointment to you.

A lot of people never get past that phase, a lot of people at that point… They quit.

 

Everybody that does interesting, creative work, went through a phase of years where they had really good taste but they could tell what they were making wasn’t as good as they wanted it to be.

They knew it fell short, it didn’t have this special thing that we wanted it to have.

Everybody goes through that, it’s totally normal.

 

And the most important possible thing you can do is a lot of work, do a huge volume of work.

Put yourself on a deadline so that every week or every month you know you’re going to finish one story.

Because it’s only by actually going through a volume of work that you’re going to catch up and close that gap.

And the work you’re making will be as good as your ambitions.

 

It’s going to take you a while

It’s normal to take a while.

You just have to fight your way through.

 

-Ira Glass-

Read more…

AES31 menular..

“Kita sendirilah yang menentukan atau membatasi kapasitas kita dalam membaca” (Jane Healy, Endangered Minds)

Bahasa adalah  fondasi dari banyak hal. Ketika bicara tentang bahasa, tidak sekadar bicara tentang pelajaran bahasa di kelas. Kemampuan bahasa menunjukkan diri seseorang. Dengan dasar kemampuan bahasa yang baik, seseorang bisa menjadi manusia pembelajar, mampu mengolah, mampu menghadirkan diri, punya kepekaan dan rasa yang terasah. Bagi yang sudah dewasa tentunya perlu mulai dari diri sendiri dulu. Cara termudah, cara pamungkas untuk membangun kemampuan berbahasa adalah dengan banyak membaca buku-buku yang tentunya bermutu.

Menurut Jane Healy, kalau iliterate adalah tidak adanya kemampuan membaca, maka aliterate adalah istilah untuk sindroma rendahnya minat baca. Orang yang bisa, tapi memilih untuk tidak membaca. Orang yang tidak menganggap membaca sebagai sumber kesenangan, lebih suka mencari informasi dari media audiovisual daripada tulisan. Sehingga biasanya hanya memperoleh informasi seadanya. Secara substansial jadinya tidak lebih baik daripada mereka yang belum mampu membaca.

Semakin sulit dengan tidak adanya keteladanan. Tengok orang dewasa di sekitar anak. Kalaupun ada yang membaca, bahan bacaannya biasanya tabloid atau koran. Survei terhadap mahasiswa keguruan mendapati cukup banyak responden yang mengaku tidak suka membaca. Kalaupun terdesak membuat tugas makalah, mereka cenderung mencari bahan bacaan yang pendek, “Google saja, beres!”. Bagaimana kelak literasi anak dan siswanya kalau minat baca gurunya demikian?

Salah seorang kakak beberapa tahun lalu pernah berbagi pengalamannya membangun kesukaan membaca di kelas 5. Ia mulai dengan memberi opsi lalu menyepakati bersama buku wajib baca yang akan dituntaskan. Meski sudah seluruh seri ia baca, ia sendiripun membaca kembali, di saat istirahat, ketika Jabawaskita. Awalnya baru beberapa anak yang mulai dengan semangat. Lalu ia bertanya kepada anak-anak ini, sejauh mana mereka sudah membaca. Akhirnya mereka saling bercerita tentang tokoh dan bagian kesukaan. Seru sekali ketika membahas bagian-bagian yang lucu. Gelak tawa, keseruan bercerita ini kemudian membangkitkan rasa ingin tahu mereka yang belum mulai. “Duh aku belum sampai bagian itu…!”, “Waaa.. aku mau baca yang itu ah..” Semangat, rasa ingin tahu, kesukaan itu segera menular bagai virus pandemi. Tak lama hampir seluruh kelas membaca serial buku wajib yang memang seru dan kocak tersebut. (btw, serial Anak Mamaknya Tere Liye memang bagus..) Sebuah pencapaian besar bagi si kakak dan semua anak-anak di kelompoknya. Selalu bahagia, adem dan haru ketika mendengar pengalaman-pengalaman mendalam seperti ini di kelas..

Read more…

AES70 The Ship of Theseus

There is a famous metaphysical thought experiment called the Ship of Theseus. Theseus himself is a figure in greek mythology, a hero who adventured throughout the world before he became the king of Athens. He did many great deeds, but we are here to talk about his boat (note that I use the terms ship and boat interchangeably here).

 

So what’s the deal with this ship and why are we talking about it? Well in his story after Theseus settled down, his ship was permanently docked and was ordered to be preserved. So throughout the years, the shipwrights tried to maintain the ship’s condition, replacing old decaying planks of wood with brand new ones. This continued on for so long until finally, the last original piece of the ship was replaced. 

 

This is where the thought experiment kicks in. If every single piece of the boat was eventually replaced, is it still the same boat as before? If it is, then what is the essence of “boat-ness” that remains even when all the material has changed?

And if you say that it’s not the same boat anymore, when did it change to a different boat? When the first plank was replaced? When half of the ship was replaced? 75%? Don’t worry, there is no right answer here, that’s why it’s a thought experiment, a paradox.

 

The Ship of Theseus can be applied to numerous things in life, including yourself! The cells inside our body constantly replace themselves, and scientists discovered that every seven years, every single cell in your body will have been replaced with newer ones. Depending on your age, you might have fully replaced your body several times over already, now that’s something to think about.

 

There’s a character from a sci-fi movie or video game (I can’t remember exactly) who’s a battle hardened veteran of many wars, and in this future, body parts can be upgraded and replaced easily. But this veteran still has an injured leg, and when questioned why he still has an injured leg even though he can get it replaced instantly. He answered, “Because it is the only original part of me that’s left.” After getting damaged in battle so many times, parts of his body were slowly replaced until finally only his right leg was left. And even though it was eventually injured, he refused to get it replaced because he feels that it would mean he wouldn’t be the same person he was before. He’s holding on to his sense of humanity with that one final link that he has. If only he knew that even his right leg is not really the original anymore, referring back to cells being replaced part earlier.

 

The Ship of Theseus can also be applied in today’s world of interconnectedness, where purposeful misinformation is rampant. Where statements and arguments can be warped using the principles of the Ship of Theseus, replacing the words and rhetoric piece by piece and erasing the context until it conforms with whatever agenda they’re representing. We can find lots of examples for this online if we are aware that this tactic exists.

 

How many words can you change in an argument where it’s not the same argument anymore?

"The Ship of Theseus is a kind of elaborate euphemism: what language they use reveals what they think we care about; what language they won't use reveals what they can and can't say. It's a temperature check for where we are as a society - what things do horrible people feel they can get away with and what things do they have to disguise; but no disguise is perfect, and if you do the fact-checking it will show you where they're weak. People will try to contort the truth... but the truth leaves an essence behind."

 

I’ll end today’s post with a lighthearted and silly approach to a ship of theseus statement.

Q: “Is it true that Grigori Grigorievich Grigoriev won a car in the All Union Championship in Moscow?” 

A: “In principle, yes, but first off, it was not Grigori Grigorievich Grigoriev, but Vassili Vassilievich Vassiliev, second, it was not the All- Union Championship in Moscow, but the collective farm sports festival in Smolensk, third, it was not a car, it was a bicycle, and finally, he did not win it, it was stolen. But in principle you are right.

Read more…

AES074 Thank You, Ning

This is my last post here. Starting tomorrow, I'm writing from our new home: Jamroom.

The reason we're moving to Jamroom is because of the slow web load time. As one of your agents informed me the other day, all Ning servers are located in America. It's too far from us.

Big players have many servers in different locations around the world so customers can choose the closest one to them. But Ning isn't a big company. You are indie. Just like us. We are actually very much alike.

Ning features amazingly fit our needs in a complete way. But the web load time is crucial. Some of our members have reported that they were having trouble uploading their contents and had to reupload several times.

Ning Customer Service is one of the best I've ever encountered online. Everytime I chat with them, they're always very responsive, polite, and helpful. Fast but never rush. And I'm 100% certain they're all in-house personnels. None of them are outsourcing labors from another country. Tomorrow I will contact them for the last time to say thank you and goodbye. I will share them the link to this last writing of mine.

Thank you for being our digital home for more than one year. Ning has been a warm place for our community to stay close together during these difficult times of the pandemic. A safe corner on the internet for us to share our struggles, griefs, and hopes. You will forever be in our hearts.

 

Goodbye, Ning...

 

Read more…

Setelah semua pembeli bayar (yang menggunakan jenis pembayaran melalui transfer), aku mendata pembelian atau pemesanan sayur yang akan diberikan kepada para petani di Lembang untuk menyiapkan barang-barangnya. Prosesnya sih, sebagai yang melakukan pemasaran dan pencatatan pembelian aku memberi hasil data penjualan dan dikirim kepada Om ku yang tinggal di Lembang dan mengurus pengumpulan sayur-sayur dari berbagai petani. Kebetulan karena waktu itu berhalangan hadir jadi aku tidak kesana untuk melihat proses packing dan juga penyiapan bahan sayuran dari para petani.

Namun yang aku tahu petani disana mereka memiliki komunitas sebagai seorang petani dan pedagang sayur, walaupun mereka bersaing berdagang tetapi mereka memiliki relasi yang baik antar sesama pedagang dan petani. Dengan adanya komunitas ini setelah banyak penjualan di antara banyak pedagang ini, akan terbentuk yang namanya harga pasar untuk setiap jenis sayurnya. Uniknya harga sayur ini sulit untuk di prediksi karena sudah faktor alam, dalam satu hari yang sama satu jenis sayur yang sama bisa berbeda harga lebih dari 50 ribu rupiah dalam beberapa jam! Contohnya : Cabai rawit di pagi hari harganya 45 ribu rupiah per kg di pagi hari, di malam harinya bisa saja harganya mencapai 90 ribu... Jadi cukup sulit untuk di prediksi.

Lah terus bagaimana sebagai "Reseller" seperti toko EcoGarden ya mau bagaimana lagi namanya juga pre order, yang namanya orderan atau pesanan harus kita penuhi, itu sudah menjadi resikonya kami. Namun di balik itu juga terkadang harga bisa jadi jauh lebih murah lagi modalnya sehingga menutup kerugian tersebut, hal ini dalam bidang perekonomian dan bisnis dibilang, disebut, dan dinamakan dengan "Subsidi".

 

Tunggu cerita dari aku di atomic essay selanjutnya ya :)

Read more…

Toko EcoGarden yang aku buat memiliki sistem jual pre order yang di tutup setiap hari minggu, diproses hari senin dan pengiriman hari selasa.

 

Pada awalnya 1-2 hari pertama buka pre order memang tidak banyak yang pesan paling 1-2 namun mendekati hari tutup pre order mulai kaget juga bisa banyak lebih dari 6 dengan jumlah pesanan yang cukup banyak juga. Jelas rasanya senang tapi berhubung kerja sendiri jadi kewalahan juga hehe, untungnya minggu pre order perdana ini seminggu sebelum masuk sekolah (masih libur kenaikan kelas).

 

Yang paling ribet sih input data, karena kebetulan aku orangnya kalau berhubungan uang pasti harus rapi, jelas, jadi yang namanya input data dan pencatatannya bisa dibilang berlebih. Sampe satu satu dikasih warna yang berbeda agar terbaca dengan mudah dan jelas, keuntungannya ya jelas jadi lebih mudah dibaca tapi kekurangannya dibagian waktu… Sampai-sampai bisa beberapa jam mencatat sambil merespon pembeli.

 

Untuk pengiriman sih karena kebetulan aku sudah berpengalaman bekerja sebagai kurir, jadi lebih gampang lah untuk koneksi. Bagi yang belum tahu kebetulan karena pandemi beberapa bulan kemarin aku coba bekerja sebagai kurir part time di aplikasi yang namanya mr speedy. Dan juga coba bergabung dengan shopee food walaupun memang tidak fokus mencari uang dan kerja (karena prioritasnya sekolah). Namun dari situ jadi lumayan dapat “insight”, pengetahuan dan pengalaman sebagai seorang pekerja kurir.

 

Saat hari minggu (penutupan PO) aku sendiri juga mengingatkan untuk pembayaran bagi yang belum agar sayur dapat di proses. Kagetnya keuntungan kotornya ternyata cukup banyak! Jadi serem juga pegang uang orang (modal) dan penghasilan hehe… Jenis pembayaran yang diterima tokoku tidak hanya sekedar transfer antar bank / rekening tapi toko EcoGarden juga membuka opsi pembayaran melalui OVO, GOPAY, dan juga COD (Bayar ditempat). Karena aku yakin yang namanya online wallet akan menjadi “game changer” dalam bisnis kedepannya. Tidak banyak pula orang yang melakukan pembayaran secara langsung (bayar ditempat)...

 

Gimana kelanjutannya? Hari prosesnya? Pengirimannya? Perhitungan modalnya gimana? Keuangan gimana? Nantikan di tulisanku selanjutnya ya!

Read more…

AES30 gambreng..

Hom Pim Pah Alaium.. Gambreng.. (Dari Tuhan, kembali ke Tuhan.. mari bermain.. )

Tiap tahun kami di Smipa mencari topik yang menarik untuk nama kelompok. Tahun ini kesepakatan jatuh pada permainan tradisional. Sesuai situasi 'di rumah saja' saat ini, mudah-mudahan bisa menginspirasi kegiatan bersama keluarga. Spiritnya, menggalakkan kembali permainan lokal yang sebenarnya jauh lebih seru, lebih kreatif, dan punya nilai-nilai luhur. Yang mungkin memang sudah semakin jauh dari keseharian, tergeser oleh mainan2 ‘made in.. ‘ dan ikut perkembangan teknologi yang mendunia.

Diawali dengan mencari referensi dari berbagai sumber, kakak-kakak setiap kelompok kemudian membahas dan bersama anak-anak memutuskan nama salah satu permainan yang sesuai untuk kelompok mereka. Salah satu sumber referensi handal untuk bidang ini tentunya adalah kang Zaini Alif, penggagas komunitas Hong, pelestari permainan tradisional.

Bermain di alam ternyata sudah menjadi bagian dari keseharian beliau sejak kecil di desa. Ketika kuliah di Bandung, yang dicari ya tempat bermain. Permainan tradisional tetap dan terus menjadi fokusnya. Ia meneliti mulai dari permainan-permainan di daerah tatar Sunda, lalu ke berbagai daerah lain di Indonesia, hingga ke berbagai negara.

Menarik sekali saat mendengar wawasan dan pengetahuannya mengenai permainan tradisional; konsep, filosofi, nilai / makna, manfaat, hingga ke cara bermain. Menurut kang Zaini, anak-anak kalau bermain itu selalu serius, ga main-main, sungguh-sungguh ikut aturan. Iya banget ya.. coba perhatikan anak saat bermain, sepenuh hati.. Orang dewasa saat harus serius malah main-main, ga bisa ikut aturan. Karena manusia pada dasarnya makhluk bermain.

Berbagai konsep hidup dari leluhur yang dikandung dalam permainan tradisional. Lewat berbagai permainan tradisional anak-anak diajak untuk mengenal diri, mengenal Tuhan, mengenal alam; air, api, angin, batu, ilalang, sawah, tanah, pohon... Mengenal nilai-nilai kebaikan dan luhur seperti doa, usaha dan kerja keras, kerja sama, menabung, memimpin dengan baik, empati, kalah-menang... Belajar tanpa banyak berteori tentang matematika, berhitung, fisika, menyanyi, olah tubuh, koordinasi, ketrampilan jemari, mengelola emosi... Tengoklah filosofi dalam permainan congklak / dakon, sasalimpetan, engklek / sondag, injit-injit semut, gobaksodor / galah asin, gatrik, damar seru, babalonan sarung, kitiran / kolecer, layang-layang.. ternyata dahsyat semua.. Mangga disimak..

Setiap negara punya permainan tradisional, pun setiap daerah di Indonesia. Namun Indonesia punya sangat banyak, ratusan. Warisan besar yang perlu dilestarikan. 

 

 

Read more…

AES05 Recovering From a Mental Breakdown

For those who don’t know what is a mental breakdown, well a mental breakdown is just extreme mental or emotional stress. The stress is so great that the person is unable to perform normal day-to-day activities. I used to have weekly mental breakdowns, there’s always a top point of stress that leads to mental breakdowns. Having a mental breakdown for me is not just about feeling sad, it’s a good mixture of feeling stress, anxious, sad, angry, and sometimes just numb. I think feeling numb is the worst, all you know is that you’re crying and you can’t breathe. It’s like you lost the ability to identify your emotions. 

It usually lasts for 3-4 hours for me, I would just be sitting on the floor and just staring at the wall and not knowing what’s next. The first 1-2 hours are filled with crying, but after that, you kinda ran out of tears so you just stare at the wall. But there’s like still some drops of tears. 

Post the mental breakdown, it usually affects me for the next 1-2 days. It makes me feel like I have no energy, even getting up from bed feels so hard. What always helped me to recover is to take a shower with hot water, and cook a meal and eat it. It’s like taking baby steps to come back to reality so that Im ready to do day-to-day activities again. 

But Thank God it doesn’t happen that often now, Im definitely in a better mental state compared to when I was in 9th grade. Im very happy, grateful, and above all proud of myself for keeping myself together during the hard times.

Read more…

AE 04 creepy

soo for the past year if been doing research on my own about one particular human emotion that is difficult to explain and understand, it's called creepiness. to make my research easier let's see other emotions that correlate to creepy like horror. these emotions have a reason behind it like horror, if you see a ghost you will immediately feel scared but there is no danger, not like a gun pointed at you. I like how Stephen king breaks apart scary stuff, like the gross-out its like a disease, disgusting, and morbid. the next one is horror, horror for king is something that is going to grab you in the dark when you thought you were alone, and the last one is terror, terror for king is realizing that you came home but the furniture is changed by an exact copy and terror to king is feeling that you're going to be grabbed but when you look back there is absolutely nothing. Masks, if you look at a mask do you ever feel creeped out or unsafe there is a reason why you felt that way, its because your self doesn't know the intention of the person behind the mask, they could be smiling or they could be grinning. from all of those things i have created a theory for myself to make my research easier, I call it the uncanny valley, why is it called the uncanny valley its because if we see a ghost picture our brain will immediately take those emotions and turn it into horror but if you see a person with a gun your brain will immediately take hose emotions and turn it into danger. let's say horror and danger are the mountains but there must be a valley and that valley is creepiness, why is it creepiness because if you see a picture of a person staring at you from a window without moving your brain doesn't know what to do with the emotions cause the emotions cant go to horror cause its not a ghost or a monster but your emotions can't go to danger because is just a person looking at you weirdly. int he end your brain just cant decide on what emotion to pick

ill be continuing this topic to a part 2

if you want to feel the uncanny valley just chat me cause i cant send the link here, thx

 

 
 
Read more…

Corvelas bukanlah seseorang, melainkan sebuah organisasi, kesatuan dari 2 spesies, yaitu manusia dan hewan anthropomorfik, kedua spesies ini berasal dari bumi 1, tepatnya awal mula dimana organisasi Corvelas berkembang dan ditemukan. Spesies anthropomorfik, yang seringnya disebut “anthro Citizen”, hidup bersama manusia, spesies ini mempunyai banyak klasifikasi lagi, contohnya serigala, rubah, kuda, beruang, sapi, reptil, hiu dan spesies hewan lainnya, semua mahluk-mahluk ini mempunyai 2 fitur yang mencolok, yaitu secara kepala, berbentuk seperti hewan turunannya, dan mempunyai ekor dibelakangnya, sisanya secara badan tertutupi oleh rambut, bulu, sisik, atau kulit licin, intinya tergantung turunan spesies hewannya, dari semua turunan hewan, “anthro Citizen”, tidak akan memiliki kebiasaan seperti hewannya, dari makanan yang dibutuhkan, atau secara indera hewan naturalnya, contohnya spesies serigala, untuk hewan naturalnya akan memiliki indera penciuman yang tajam, pendengaran atau sifatnya yang liar, dikarenakan proses evolusi yang berbeda, semua mahluk hewan anthropomorfik dapat melakukan semua kegiatan yang biasa dilakukan oleh manusia.

Keberadaan kedua spesies ini sebenarnya menimbulkan kasus rasisme yang cukup besar, utamanya antara spesies perbedaan jenis hewan, dan utamanya di manusia sendiri secara kulit, intinya semua kasus perbedaan ini sempat terjadi di bumi 1. Tetapi semua ini berubah setelah dibentuknya dan tersebarnya ideologi Corvelas, contoh persatuan yang dibuat oleh Corvelas adalah departmen militernya, dan persatuan kerja Corvelas, CWF, (Corvelanian Work Force), tepatnya untuk membangun kerjasama dan sosialisasi antara semua manusia dan “anthro citizen”. Dengan keberadaan kedua sub-organisasi ini, Corvelas dapat mengajak dan menggabung pasukan yang luas dan “multi internasional”, sehingga 55% orang di seluruh benua adalah pengikut Corvelas, sehingga proses “replacement”, dapat terjadi dengan cepat.

CWF, nama lainnya UUW (United Universal Workers), sub-organisasi ini berperan besar di sisi perusahaan Farden, sehingga terciptalah sistem perekonomian luas antar pengikut Corvelas, karena ini, terciptalah banyak jalur ekonomi dan pengiriman material untuk keperluan operasi “Replacement”, yang dilakukan oleh Corvelas. UUW berperan besar dalam memanipulasi dan memonitor pergerakan suplai dan ekonomi setiap negara di seluruh benua, dengan tujuan untuk memetakan semua negara yang bisa diintegrasikan dengan Corvelas, yang mana dapat dibantu dan yang perlu diganti, terutamanya jika kondisi ekonomi atau sosial di negaranya kurang baik atau dalam invasi, Corvelas dapat menyusupkan orang senegara penjajah, dibekali dengan informasi pergerakan penjajah, pengetahuan yang dimiliki oleh musuh, dan ideology yang dipegang oleh negara tersebut, sisanya untuk data adminstratif akan diurus oleh departmen intel Corvelas yang ada berada di DIS (Department of Internal Security), data intel termasuk kewarnageraan, status hidup, status pekerjaan, kelas, umur, nomor kewarnegaraan dan data lainnya seperti perizinan. Semua data ini sebenarnya berasal dari pihak intel yang sudah berasal dari pengikut Corvelas sebelum abad ke-16, yang ikut dengan negara pilihannya.

 

Tulisan ini dibuat untuk sebagai salah satu ide cerita yang kemunginan akan digunakan di proyek mandiri komik saya sendiri di K11, yang akan diperluas lagi menjadi satu ide besar fiksional  yang diciptakan oleh saya sendiri.

Read more…

AES04 keempat

Selalu setiap hari aku menyempatkan diriku untuk berjemur. Aku suka rasa panas yang di berikan oleh matahari, dan membuat diriku bangun dari rasa kantuk. Setelah merasakan rasa berjemur dikota Bandung dan di kampung ku, jujur lebih enak berjemur di rumah nenek ku di kampung. Sambil lihat gunung, sawah, dan pepohonan yang masih cukup rindang, lalu stetching sedikit agar tubuh tidak kaku. Mungkin di sama udaranya juga masih sejuk. Sering kali tiap berjemur aku sambil membaca buku, lalu sampai lupa waktu sampai sejam lebih.

Ada teman ku yang tidak kuat berjemur, panas katanya (ya iyalah judulnya aja berjemur ada mataharinya). Dia bilang hanya kuat kurang dari 15 menit. Disitu aku bingung 15 menit berjemur apa yang dirasakan oleh tubuhnya. Mungkin memang batasnya dia segitu, tapi aku kurang tahu juga. dari kecil memang aku dibiasakan untuk berjemur. Setelah mandi lah, atau sambil sarapan, atau langsung setelah bangun tidur.

Aku juga suka berjemur di sore hari. aku kurang tahu kalau mejeng di genteng di sore hari memanfaatkan matahari sebelum terbenam itu berjemur atau bukan. Sambil merasakan angin sepoi-sepoi dan merasa menjadi main character di kehidupan sendiri. Sering aku mejeng di pagi hari sebelum matahari muncul, menunggu sunrise dan juga mejeng nunggu sunset, cantik sekali langit saat sunrise dan sunset. Warna kuning ke oranye-an di pagi hari, dan warna oranye di sore hari. Yang paling aku gemari di sunset adalah warna oranye yang menembus jendela rumah memenuhi ruangan, kadang pink dan ungu yang bercampur seperti gulali. Kalau pilih, aku memilih saat sunset warna ungu kebiruan yang memenuhi langit.

Read more…

AES5 Donat

Sedikit berbagi cerita tentang pengalamanku kemarin. Kemarin sore, aku berencana  untuk membuat Mochi Donut. Kenapa namanya mochi? Karena tekstur dari donat ini yang agak kenyal seperti mochi. Alasanku memilih memasak ini karena memang saat itu tidak ada kerjaan dan bahan dasarnya yang lebih banyak menggunakan tepung tapioka dibanding tepung terigu. Jadi donat ini tidak mengandung banyak gluten. Aku juga sempat membuatnya dan bahannya pun tidak banyak. 

Setelah membuat dan menguleni adonan, waktunya untuk membiarkannya mengembang sekitar 1-2 jam. Sambil menunggu, aku jalan keliling lingkungan rumah dan membeli beberapa bahan makanan (walau akhirnya tidak ada yang dibeli karena tidak tersedia di toko yang dikunjungi). Sampai di rumah, waktu baru berjalan selama 30 menit. Akhirnya aku melakukan kegiatan lain agar tidak bosan hanya diam menunggu. 

Sayangnya aku baru ingat tentang adonan donatku di malam hari sekitar pukul 21.30. Jika dimasak pada saat itu juga, aku rasa akan butuh waktu yang lama dan tidak akan dimakan malam itu juga. Jika dibiarkan sudah matang semalaman, kemungkinan akan menjadi agak keras. Setelah melihat di internet, tidak masalah untuk menaruh adonan donat di kulkas. Aku putuskan untuk menaruh adonan itu di dalam kulkas dan memasaknya besok (yang berarti hari ini). 

Oke, adonan sudah keluar dari kulkas dan sudah bersuhu ruang. Untuk memastikan, aku mencoba mencium aroma adonan itu. Peuyeum. Kata pertama yang muncul di pikiranku. Adonan itu memiliki aroma seperti peuyeum walaupun tidak kuat. Awalnya aku ragu, apakah donat ini aman untuk dimakan? Ya gimana mau tau kalau nggak kita dicoba.

Dannn hasilnya, aman aman aja sih. Rasanya pun ternyata nggak aneh dan nggak ada rasa peuyeum sama sekali. Dibanding donat sebelumnya yang aku buat, yang ini nggak terlalu menyerap minyak. Tapi bagian luar donatnya agak kering walaupun tidak keras. Yaa ini jadi pengalaman menarik sih buat aku dan semoga nanti ngga terjadi lagi insiden kelupaan adonan donat.

Read more…

AES005: Olimpiade

Beberapa lama akhir-akhir ini, aku gemar menonton olimpiade. Ku sering menonton pertandingan badminton dan juga panahan khususnya atlet dari Indonesia. Selain itu, aku juga sering mengikuti dan menonton basket di olimpiade, meskipun tidak ada timnas Indonesia (masih jauh banget) tetapi karena memang aku sendiri suka dan mengikuti banget pergerakan dalam dunia basket. 

Olimpiade sendiri, adalah event olahraga dimana negara-negara berlomba dalam berbagai cabang olahraga, dan dalam kategorisasi olahraga-olahraga tersebut. TIdak semua orang tahu betul olimpiade itu sebenarnya apa, padahal kata tersebut agak familiar untuk didengar. Olimpiade sendiri diadakan setiap 4 tahun, dan pemenang dari masing-masing olahraga (negara maupun peserta) mendapatkan medali, antara emas, perak, maupun perunggu. 

Saat ini, topik olimpiade sedang melonjak dan umum diberitakan secara global, karena memang itulah acara terbesar pada dunia olahraga secara keseluruhan. Tingkat jumlah penonton pun jauh lebih banyak dari sekedar asian games, piala dunia basket, dan lain lain. Penonton indonesia yang jelas, sangat menggemari menonton badminton di olimpiade ini, sudah menjadi budaya saat ini.

Pada olimpiade kali ini, Indonesia telah mendapat 3 medali, 2 perak dan 1 perunggu. Untuk saat ini medali-medali dari Indonesia tersebut diperoleh dari olahraga angkat beban. Pemeroleh medali-medali tersebut antara lain Eko Yuli Irawan, Windy Cantika Aisah, dan 1 lagi saya lupa namanya. Pokoknya, sangat membanggakan bisa mendapat medali terutama pada bidang angkat beban. Untuk kompetisi Badminton, belum diperoleh pemenang medali, tetapi masih ada wakil Indonesia yang berjuang di semifinal.

Pada bidang yang lain, bola basket sangat menarik menurutku. Unggulan terbesar sejak puluhan tahun lalu adalah timnas AS, karena semuanya bermain di NBA (liga profesional tertinggi) dan yang ikut serta umumnya merupakan pemain-pemain bintang. Mereka telah menjuarai medali emas selama 3 tahun olimpiade berturut turut. Sementara timnas lain, sejauh ini kebanyakan memiliki banyak pemain yang tidak main di liga NBA, kalau pun ada pun bukan pemain bintang. Palingan hanya ada 2-3 tim di luar AS yang memiliki pemain bintang di NBA, misalnya Spanyol, Perancis, dan Slovenia (yang masih ikut serta dan belum keeliminasi). Namun, beberapa hari lalu timnas AS kalah olah tim Prancis, padahal secara kekuatan bedanya jauh. Seseorang di timnas perancis berkata, 'They cannot be beaten individually, but can be beaten as a team'. Yang ingin disampaikan menurutku, adalah kerjasama dan chemistry itu sangat penting saat bekerja, mau sehebat apapun kita dan teman-teman kita, tetap bisa dikalahkan meskipun kerjasamanya sudah lumayan, misalnya. Hal lain yang kulihat dari pemain bintang, adalah ego. Pasti kalau bermain di tim besar, gajinya besar, perannya besar sebagai pemain bintang. Sehingga jika disatukan, ego sangat tinggi dari masing-masing pemain. Sehingga, kerjasama pun menjadi lebih lama untuk dibentuk. Apakah akan mengoper ke teman, atau dishoot sendiri? Kalau egois, udah pasti ngeshoot bahkan sesulit apapun.

Tetapi kemarin, timnas AS menang telak atas Iran, 120-64. Iran sendiri bukanlah negara yang jago dalam bidang basket. Timnas AS kalau menang telak gini, di akhir-akhir udah main-main aja mainnya, tidak benar-benar fokus.

Kita lihat saja, beberapa hari ke depan seperti apa gaya mereka bermain dan hasilnya. AKu sendiri sih penasaran. Tetapi aku agak yakin kalau di tahun ini, Slovenia yang menang medali emas, karena seseorang pemain muda yang juga sangat bisa memimpin, bernama Luka Doncic.

Read more…

AES05 Mimpi

Mimpi, suatu pengalaman yang aneh. Terkadang bisa asik, bisa membingungkan dan bisa menakutkan juga. Mimpi bisa berupa apa saja.

 

Aku merasa aku sangat sering mimpi. Setiap malam aku tidur, ¾ nya pasti aku mimpi. Mimpi yang aku mimpikan berbeda-beda, yang menarik, sejak kecil aku mempunyai kota dalam mimpi. Kota ini mirip Bandung tetapi banyak bedanya. Aku mempunyai rumah di suatu jalan mirip dengan jalan Sukajadi, dan banyak mimpi aku berada dirumah tersebut. Selain itu, banyak tempat-tempat lainnya yang ada di kota milikku. 

 

Yang aneh, setiap kali aku sakit demam, aku selalu mimpi yang selalu sama yang menurutku cukup menyeramkan. Tetapi hal ini sudah tidak terjadi lagi sejak sekitar SD kelas 5. Mimpi tersebut sangat aneh, entah kenapa aku selalu menangis dan ketakutan saat melihat ada 2 pesawat, satu pesawat jet modern berwarna silver yang sangat besar dan sayapnya runcing, satunya lagi adalah pesawat tua kecil berwarna coklat yang butut dan seperti mau rusak. Aku berada di bawah kedua pesawat ini, entah kenapa aku sangat takut. Mungkin karena aku merasa kecil bagaikan pesawat tua tersebut yang bersebelahan dengan pesawat modern yang sangat besar, bisa saja aku takut akan hal-hal besar atau bisa juga alam semesta yang tak terhingga ini. Tetapi aku sendiri tidak tahu. Setiap kali sakit, akhir mimpinya berbeda-beda. Pasti ada pesawat yang jatuh dan meledak, saat meledak aku terbangun. Terkadang yang besar jatuh dan meledak, terkadang yang kecil dan terkadang juga keduanya. Tetapi pada akhirnya, akhir mimpinya kedua pesawat terbang dan tak ada yang jatuh, entah kenapa aku merasa lega dan terbangun dengan tenang. Mimpi memang aneh.

Read more…

AE S05 Langit

Mengawali hari dengan melihat langit yang begitu indah rasanya berbeda ketika mengawali hari langsung melihat layar laptop. Pagi ini aku terbangun karena mendengar notifikasi hp, ternyata notifikasi berasal dari Kak Leo yang mengajak kami untuk melihat langit di pagi hari. Rasa penasaran yang sangat besar aku bergegas menuju balkon rumah. Betapa sejuknya pada saat aku hirup udara luar apa lagi dengan bisa bangun pagi aku bisa merasakan dinginnya lingkungan rumahku. Berbeda ketika siang hari rasanya panas. 

Kebiasaan bangun pagi adalah hal yang sangat berharga salah satunya menyadarkan bahwa aku tidak sendiri. Pastinya setiap manusia memiliki masalah, kecemasan, kondisi kita merasa tertekan, ketakutan dan masih banyak lagi. Biasanya aku melampiaskan hal tersebut dengan cara menyendiri dan melakukan aktifitas yang aku suka seperti bersepeda jika keadaan seperti ini, dengan melakukan bersepeda pertama bisa mengembalikan mood dan menghilangkan emosi negatif yang aku tengah dirasakan. Dengan naik sepeda aku bisa melihat pemandangan yang sangat indah melihat berbagai kendaraan, suara gemuruh pepohonan angin pagi dan banyak lagi.9330578264?profile=RESIZE_710x

Ternyata dengan aku melihat langit, aku melihat bahwa tidak ada batasan di dunia ini. Aku tidak bisa melihat ada garis pembatas di langit, waktu, ataupun gravitasi. Aku dapat menyadari ada banyak kesempatan dan hal tersembunyi yang bisa aku raih. Apa yang terbentang di langit sangat indah, ada matahari, awan, kawanan burung terbang. Dengan hal sederhana ini aku pun bisa menyadari bahwa keindahan bisa ditemukan dimana saja dan kapan saja.

Terima kasih

Read more…

AES05 Minggu Pertama

Minggu Pertama di K11 Minggu pertama di K11 belum banyak kegiatanya. Sebagian besar kami masih mempelajari Log Frame untuk proyek mandiri. Time Management yang aku miliki juga sudah lebih membaik di bandingkan aku sebelumnya di K10. Setelah kelas beres, biasanya aku langsung mengerjakan tugas seperti jurnal harian, bank artikel, dan atomic essay. Dari ketiga tugas tersebut atomic essay adalah yang paling sulit. Mengapa paling sulit? Karena terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengetahui apa yang hendak aku tulis. Kembali ke topik awal. Di K11 aku cukup kesulitan untuk membuat logframe karena memang aku belum terbiasa dengan log frame. Kesulitan apa yang aku alami? Aku terkadang masih suka kebalik dan sulit membedakan yang mana yang sasaran yang mana yang aktifitas. Namun sebenarnya logframe ini sendiri sangat membantu pada saat proses pembuatan proposal. Karena semalam aku iseng mencoba membuat proposal, aku merasakan bahwa sebagian besar dari proposal sudah ada di Log Frame. Seperti contohnya Visi dan Misi. Bisa dibilang tinggal di copas aja. Salah satu kekhawatiran yang aku miliki di K11 adalah komunitas. Karena aku bukan orang yang terlalu gampang bersosialisasi terutama setelah pandemi. Mencari komunitas menjadi salah satu kekhawatiran terbesarku. Selain itu mentor. Aku juga masih bingung mau mencari mentor dimana, tidak aja khawatir tidak mendapatkan mentor, aku lebih khawatir kalau mentor yang aku pilih tidak cocok dan terlalu kaku. Sehingga sulit bagiku untuk bercerita dan bertanya kepadanya. Namun itu semua tidak perlu dipikirkan sekarang karena biasanya jika terlalu dipikirkan akan menjadi beban. Aku cukup yakin bahwa proyek ku nanti akan berhasil.

Read more…

AES05 QOTW

Hari ini kelas mengadakan kegiatan QOTW, yaitu question of the week. Sebelumnya kami sudah mengumpulkan pertanyaan yang menarik bagi diri kita, setelah semua pertanyaan terkumpul kami memilih 2 pertanyaan yang akan kami bahas. Untuk pertanyaan hari adalah “ bagaimana mengatasi atau mengabaikan negatif mengenai diri sendiri dari orang lain atau diri sendiri?”  Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang aku ajukan ke kelas, dan ternyata terpilih. Pertanyaan ini muncul karena diriku yang sering kali punya banyak pikiran negatif mengenai diri aku yang membuat aku sering kali ragu atau takut untuk melakukan sesuatu. Hal ini cukup mengganggu diriku, oleh karena itu aku ingin tahu bagaimana teman-teman yang lain mengatasinya.

Di awal diskusi aku bercerita dan menjelaskan sedikit terlebih dahulu mengenai mengapa aku memiliki pertanyaan tersebut dan kami langsung berdiskusi. Masing-masing dari kita bercerita mengenai cara masing-masing untuk mengatasinya beserta dengan kasus-kasus yang pernah mereka alami. Ternyata kami semua cukup berbeda-beda, ada yang sangat terpengaruh dengan pemikiran negatif, ada yang sudah mengetahui bagaimana cara mengatasinya dan ada juga yang bisa dibilang memang cukup acuh dengan pemikiran atau kejadian negatif yang ada. 

Cukup menarik karena dapat mendapatkan sudut pandang baru mengenai hal ini. Aku juga mendapatkan beberapa cara untuk mengatasi dengan berusaha untuk meyakinkan diri bahwa itu tidak apa-apa, jika membuat masalah atau kesalahan di masa lalu yang membuat aku tidak yakin dengan diriku, aku bisa berpikir bahwa hal itu sudah berlalu, biarkan itu jadi pelajaran untuk kedepannya agar tidak melakukan hal yang sama berulang kali. Tidak apa-apa untuk membuat kesalahan,  merasa malu atau mengalami kegagalan, hal itu mungkin memang butuh kita lewati dan rasakan untuk mendapatkan pelajaran dan menjadi lebih baik.

Dari obrolan hari ini aku dapat cukup banyak sudut pandang dan masukan dari teman-teman. Apa yang aku dapat hari ini mungkin tidak akan secara langsung bisa membantu atau merubah diriku, pastinya butuh waktu untuk aku mengatasi pemikiran negatif yang aku miliki, namun masukan dan sudut pandang yang aku terima hari ini mungkin secara perlahan dapat  membantuku.

Read more…

Lingkar Blogger Smipa | ayo gabung

Bagi rekan-rekan yang sempat mampir ke laman ini, mari gabung ke Lingkar Blogger Smipa, ruang di mana kita bisa belajar menulis dari teman-teman lainnya.

Mari gabung juga di Atomic Essay Smipa